Menopause dan Insomnia

wanitaidur dapat menjadi terlalu sulit untuk dilakukan pada beberapa titik di kehidupan wanita. Hal tersebut dapat terjadi saat putus dengan pacar, atau ketika kutu busuk mencegah Anda untuk terbang menuju alam mimpi. Jika Anda putus dengan pacar 5 tahun yang lalu dan Anda baru saja mengganti sprei Anda, jangan mulai menyalahkan 5 cangkir kopi yang Anda konsumsi hari ini. Kunjungan ke dokter akan memberitahu Anda bahwa Anda  sedang mendekati menopause. Berita itu tentu akan membuat Anda gelisah dan

menjadikan Anda mengonsumsi lebih banyak kopi di pagi hari, tetapi bukan berarti bahwa menopause dan insomnia terjadi secara bersama-sama. Studi menyatakan bahwa kesulitan tidur terjadi saat 5 - 7 tahun sebelum menopause yang sebenarnya terjadi.

Menopause dan insomnia adalah sama tidak terhindarkannya dengan pelangi setelah badai, seperti Romeo dan Juliet dimana yang satu tidak akan lengkap tanpa yang lain. Masyarakat menyalahkan berkeringat pada malam hari sebagai penyebab susah tidur selama menopause, tetapi studi ilmiah menyatakan bahwa insomnia tidak seluruhnya disebabkan oleh berkeringat pada malam hari. Menopause dan insomnia merupakan sebab dan akibat, dimana penurunan tingkat hormon estrogen akan mengurangi zat serotin di otak sehingga membuat seseorang susah tidur.

Kekurangan tidur akan mengakibatkan beberapa masalah tingkah laku, seperti kemurungan dan lekas marah. Ada beberapa teknik yang dapat Anda lakukan untuk merangsang tidur, antara lain:

  • Buatlah kamar Anda bebas dari suara
  • Gunakan cahaya yang lembut dan matikan cahaya yang menyilaukan
  • Hindari alkohol, tembakau, dan kafein
  • Jaga agar kamar Anda tetap sejuk

Mereka yang mempunyai masalah tidur yang berkepanjangan mungkin membutuhkan lebih dari sekedar "nina bobok". Terapi Penggantian Hormon (HRT) diketahui dapat mengurangi masalah tidur dan gejala lain menopause, tetapi penggunaan HRT harus dianjurkan oleh dokter karena resiko alerginya. Juga ada alternatif alami lain yang diketahui dapat 'menyembuhkan' masalah tidur, tetapi keefektifitasannya sangat diperdebatkan hingga saat ini. Mempunyai jadwal tidur yang rutin dapat membantu Anda untuk mengatasi menopause dan insomnia. Gaya hidup yang sehat, seperti makan makanan yang tepat, khususnya sebelum tidur dan melakukan aktivitas fisik harian tidak hanya membuat Anda sehat tetapi dapat membuat dilema menopause dan insomnia Anda hanya seperti mimpi buruk. Latihan relaksasi pikiran seperti meditasi dan yoga juga dapat membantu tidur. Dan apabila Anda masih mendapati diri Anda tetap terjaga setelah semua usaha ini maka berhentilah mencoba, cobalah untuk tidak memikirkan tidur dan lakukan sesuatu yang berguna seperti membersihkan rumah, membuat laporan, atau apapun yang membuat Anda tidak berpikiran untuk tidur. Dan perlu diingat bahwa menghitung domba bukanlah merupakan pilihan.

Olahraga dan kesehatan