Mengenali Gejala-Gejala Kanker ovarium

OvariumDengan bertambahnya usia perempuan, tubuh mereka menjadi rentan terhadap berbagai penyakit, dan banyak yang dapat mengakibatkan komplikasi yang sangat serius.

Salah satu yang paling mengerikan adalah kanker ovarium. Biasanya terjadi di lapisan luar ovarium, ini adalah penyakit pada peringkat kedua yang paling umum dari kanker ginekologi dengan angka kejadian 1,5% pada wanita. Hal ini sering disebut sebagai "silent killer" karena mengidentifikasi gejala kanker ovarium bisa sangat sulit. Pada artikel ini, saya akan menjelaskan gejala utama kanker ovarium dan membantu Anda memahami bagaimana mereka dapat menyerupai gejala penyakit lain.

Banyak dokter salah diagnosa penyakit karena gejala-gejala utama kanker ovarium sangat mirip dengan penyakit lain yang mempengaruhi perempuan pada usia yang sama. Beberapa diagnosa yang akurat yang paling umum adalah sindrom iritasi usus besar, depresi dan stres. Karena mayoritas penyakit ini tidak memerlukan pemeriksaan fisik untuk mengobatinya, kanker sering ditemukan saat sudah menyebar, yang merupakan hasil negatif kepada pasien. Namun, banyak dokter telah mengembangkan sebuah metode untuk melacak gejala selama periode waktu untuk menghasilkan diagnosis yang lebih akurat.

Gangguan pencernaan menyerupai gejala-gejala kanker ovarium, perut terasa nyeri sepanjang hari, dan bukannya bertambah buruk setelah makan (gejala gangguan pencernaan). Selain itu, nyeri meningkat secara bertahap dari hari ke hari. Rasa sakit dapat disertai dengan pembengkakan, perut terasa penuh, atau kembung juga. Selain itu, tanda peringatan lainnnya adalah sering buang air kecil secara refleks, dengan disertai tanda tekanan pada kandung kemih. Hal ini dapat mengakibatkan penderita harus ke kamar kecil lebih sering dari biasanya.

Gejala ketiga dari kanker ovarium adalah rasa sakit pada daerah panggul dan pangkal paha. Ini biasanya adalah gejala yang menjauhkan diagnosa dari gangguan lambung dan memerlukan investigasi yang lebih menyeluruh. Rasa sakit akan membuat tidak nyaman, tidak seperti sakit yang tiba-tiba dan intens,kemudian akan terus berlanjut sepanjang hari. Jika Anda menderita gejala-gejala yang merujuk ke arah kanker ovarium, buatlah janji dengan dokter Anda segera.

Para peneliti masih menyelidiki akar penyebab kanker ovarium, dan telah membuat kemajuan yang signifikan dalam memahami dan mengisolasi individu yang berisiko. Ada sejumlah faktor risiko, termasuk genetik (pembawa mutasi BRCA1 dan BRCA2, serta kelompok-kelompok etnis tertentu yang lebih rentan), penggunaan obat kesuburan, dan keturunan keluarga. Salah satu penelitian yang mengganggu yaitu mengonsumsi dua atau lebih gelas susu sehari dapat meningkatkan kemungkinan kanker ovarium juga, tetapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan pada topik ini.

Jika Anda merasa bahwa Anda menunjukkan salah satu gejala-gejala kanker ovarium seperti di atas, segera buat janji dengan dokter Anda. Dengan penanganan yang cepat, hidup Anda bisa diselamatkan.