Kanker Ovarium (Kanker Indung Telur)

Kanker Ovarium (Kanker Indung Telur)ejalan dengan bertambah usianya  seorang perempuan, maka risiko mereka untuk mengalami kanker ovarium juga  semakin meningkat. Diagnosa kanker ovarium memunculkan begitu banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban yang jelas dan mudah dipahami. Mengetahui dan memiliki lebih banyak informasi tentang penyakit ini akan memudahkan wanita dan keluarganya dalam

menghadapi kemungkinan tersebut. Peneliti-peneliti kanker terus belajar dan belajar lebih banyak lagi tentang kanker ovarium.

Ovarium adalah sepasang organ di sistem reproduksi wanita. Organ ini terletak di tulang pinggul wanita, satu di setiap sisi uterus (organ yang berongga dan berbentuk pir tempat janin tumbuh dan berkembang). Setiap organ ovari berbentuk dan berukuran seperti buah almond dan organ ini dapat dirasakan oleh seorang dokter pada saat sesi bi-manual pada pemeriksaan pelvis. Ovarium memiliki dua fungsi: produksi telur dan produksi hormon wanita yakni zat-zat kimia yang mengontrol kerja organ atau sel-sel tertentu). Setiap bulan saat siklus menstruasi, sebuah telur dilepas dari salah satu ovarium dalam proses yang disebut ovulasi. Ovarium juga merupakan sumber utama dari hormon wanita estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini mempengaruhi perkembangan payudara, bentuk tubuh dan rambut tubuh seorang wanita. Hormon ini juga mengatur siklus menstruasi dan kehamilan.

Suatu tumor ganas (massa sel yang terbentuk akibat produksi sel abnormal yang tidak terkontrol di dalam tubuh) yang muncul di ovarium disebut juga kanker ovarium. Terdapat berbagai macam kanker ovarium. Kanker ovarium yang munculnya di permukaan ovarium (karsinoma epitelial) adalah yang paling umum. Kanker ovarium yang muncul dari sel yang memproduksi  telur (tumor germ cell) dan kanker yang muncul di jaringan ikat yang mengelilingi ovarium (tumor stroma) sangatlah jarang terjadi. Pada suatu proses yang dinamakan "shedding", sel-sel kanker ovarium dapat terlepas dari ovari dan menyebar ke jaringan dan organ lainnya. Saat kanker tersebut terlepas, ia akan cenderung untuk membuat benih (membentuk tumor baru) di peritoneum (suatu membran besar yang melapisi abdomen) dan di diafragma (otot tipis yang memisahkan dada dan abdomen). Cairan dapat berkumpul di abdomen, kondisi ini dikenal dengan ascites (busung air). Kondisi ini dapat membuat wanita merasa kembung, atau perut yang terlihat bengkak. Sel-sel kanker ovarium juga dapat masuk ke aliran darah atau sistem limfatik (jaringan dan organ yang memproduksi dan menyimpan sel-sel yang melawan infeksi dan penyakit). Begitu masuk ke aliran darah dan sistem limfatik, sel-sel kanker dapat menyebar dan membentuk tumor-tumor baru di bagian tubuh lainnya.

Risiko munculnya kanker ovarium tampaknya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Semakin banyak anak yang dilahirkan seorang wanita, semakin rendah risikonya terkena kanker ovarium. Fase awal dari kehamilan pertama, fase terakhir dari kehamilan akhir, dan penggunaan beberapa pil kontrasepsi oral telah memperlihatkan suatu efek perlindungan. Risiko kanker ovarium pada wanita menurun setelah ligasi tubal. Faktor-faktor risiko untuk kemungkinan mendapatkan kanker ovarium mencakup umur, semakin tua seorang wanita, semakin tinggi pula kemungkinan terkenanya, riwayat keluarga, anggota keluarga tertentu yang terkena pada usia muda, faktor-faktor lainnya yang telah diselidiki, seperti penggunaan talc, paparan terhadap asbestos/asbes, menu makanan tinggi lemak, dan infeksi penyakit mumps saat kecil, masih kontroversial dan belum benar-benar terbukti.

Tahap awal kanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, dan bahkan bila menimbulkan gejala, terkadang gejalanya sangat tidak spesifik dan tidak menunjuk kearah diagnosis suatu kanker ovarium. Bila tumor tumbuh dalam ukuran yang besar, ia akan menimbulkan berbagai masalah yang meliputi sakit atau bengkak pada abdomen, perdarahan vagina disela-sela periode mens atau setelah menopause, kembung, gangguan pencernaan , kram, nyeri pinggul, hilangnya nafsu makan, merasa kenyang setelah makan kecil, atau mudah merasa kenyang, perubahan pada kebiasaan buang air besar atau kecil, dan kehilangan atau bertambahnya berat badan. Gejala-gejala ini tidaklah spesifik dan dapat memperlihatkan berbagai variasi kondisi yang berbeda. Namun demikian disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut.

Pengobatan penyakit ini bergantung pada beberapa faktor termasuk tahap perkembangan penyakitnya dan kondisi kesehatan umum pasien. Bedah adalah pengobatan awal paling umum bagi wanita yang didiagnosa menderita kanker ovarium. Penelitian telah memperlihatkan bahwa pembedahan yang dilakukan oleh spesialis onkologi ginekologis umumnya memberikan harapan untuk peluang kesembuhan  yang tinggi. Pengobatan lainnya mencakup kemoterapi dan radioterapi.

National Cancer Institute mendukung dan melakukan penelitian tentang penyebab dan pencegahan dari kanker ovarium. Kelompok yang memberikan dukungan terhadap penderita kanker akan menyediakan suatu lingkungan dimana pasien kanker dapat berbicara dengan orang lain yang mungkin memiliki pengalaman sama tentang kehidupannya bersama kanker. Ini akan membantu pasien dalam mengatasi aspek emosional yang ditimbulkan oleh penyakit kanker ovarium tersebut.

Olahraga dan kesehatan