Senin, Mei 20, 2013
RSS RSS
   
Text Size

Hormon dan Siklus Menstruasi

Informasi kesehatan - Kesehatan wanita

Organ reproduksi wanita Glossary Link Hormon-hormon mengendalikan segala fungsi dari tubuh kita, tidak terkecuali siklus menstruasi. Peran hormon pada siklus ini dimulai saat Glossary Link sel telur dilepaskan ( Glossary Link ovulasi) hingga dinding Glossary Link uterus meluruh ( Glossary Link menstruasi). Menstruasi diperlukan untuk reproduksi dan merupakan tanda seorang wanita sedang berada dalam tahun-tahun reproduksinya. Saat periode ini dimulai, menstruasi merupakan

salah satu indikasi masa subur seorang wanita. Seiring berjalannya waktu, wanita akan sampai pada periode di mana ia tidak berada lagi dalam masa subur, layaknya seperti ketika masih anak-anak. Periode ini disebut menopause.

Para wanita seringkali bertanya mengenai apa yang normal dan apa yang tidak dalam siklus mentruasi mereka. Terkadang saat mereka merencanakan untuk hamil, mereka malah tidak mengerti dengan kondisi yang terjadi pada tubuh. Kapan mereka sedang berada pada masa subur, atau apakah ada hari-hari tertentu di mana mereka bisa lebih subur, hal-hal demikian bisa saja menjadi pertanyaan besar bagi mereka. Setiap wanita wajib memiliki pengetahuan dasar mengenai apa yang terjadi pada tubuh mereka untuk memudahkan dokter mendiagnosa jika ada masalah yang timbul sewaktu-waktu.

Siklus menstruasi Anda biasanya dihitung sejak hari pertama darah keluar pada satu periode hingga peristiwa yang sama terjadi pada periode selanjutnya. Banyak wanita salah menganggap bahwa siklus dimulai sejak akhir dari periode menstruasi hingga hari saat darah pertama kali keluar pada periode menstruasi berikutnya.

Siklus biasanya berlangsung antara 25-35 hari dan hanya sekitar 10% wanita yang mengalami ‘standar’ 28 hari siklus. Hormon-hormon yang mempengaruhi siklus menstruasi mengendalikan semua fase persiapan kehamilan tersebut. Dua hormon diproduksi oleh Glossary Link kelenjar pituitari, dan dua hormon lainnya diproduksi oleh Glossary Link ovarium.

Glossary Link Kelenjar pituitari mengendalikan produksi dan pelepasan hormon pelutein atau Luteinizing Hormone (LH) dan hormone perangsang folikel atau Follicle Stimulating Hormone (FSH). Ovarium memproduksi estrogen dan Glossary Link progesteron.

Selama 13 hari pertama dalam satu siklus berjalan, uterus atau Glossary Link rahim akan mulai membentuk dinding atau lapisan untuk mempersiapkan kemungkinan kehamilan. Ini merupakan fase folikel yang berlangsung hingga desakan Luteinizing Hormone memacu pelepasan Glossary Link sel telur untuk ovulasi. Fase folikel akan menjadi lebih pendek ketika seorang wanita telah memasuki masa Glossary Link menopause.

Hormon siklus menstruasi pada fase folikel yang diproduksi oleh kelenjar pituitari yang merangsang ovarium memproduksi 1-20 sel telur adalah Follicle Stimulating Hormone. Ketika kadar hormon berkurang, maka hanya ada satu sel telur yang akan berkembang. Sel telur ini dikenal dengan sebutan sel telur dominan. Sel telur dominan akan dilepaskan dari Glossary Link indung telur dan tinggal pada corpus luteum.

Fase berikutnya adalah fase ovulasi yang ditandai dengan pelepasan sel telur. Setelah sel telur dilepaskan, corpus luteum akan mensekresi Glossary Link estrogen dan progesteron untuk menyokong dinding rahim. Jika tidak ada sel telur yang dibuahi maka kadar hormon akan menurun sehingga dinding rahim akan meluruh dan dikeluarkan dalam bentuk darah. Hal inilah yang dikenal sebagai menstruasi.

Jumlah darah yang hilang selama menstruasi rata-rata berkisar 135 ml, di mana jumlah terendah sekitar 15 ml dan tertinggi dapat mencapai 300 ml. Kebanyakan wanita menganggap angka-angka tersebut tidak akurat, namun kecuali jika terjadi Glossary Link pendarahan hebat akibat kelainan, jumlah darah yang dikeluarkan oleh tubuh memang telah dapat diukur melalui beberapa penelitian.

Hormon-hormon siklus menstruasi akan menyempurnakan fase-fase di atas dengan fase ketiga yaitu fase luteal. Fase ini terjadi setelah fase ovulasi dan berlangsung selama kurang lebih 14 hari. Fase ini menjadi penghubung ke fase folikel berikutnya. Walaupun demikian, sulit untuk memastikan kapan suatu fase dimulai setelah fase sebelumnya berlangsung tanpa mengetahui kadar hormon yang dimiliki seseorang.

Hormon-hormon yang diproduksi dan dilepaskan tubuh ini merupakan panduan untuk kemungkinan terjadinya kehamilan atau mengendalikan menstruasi. Semua wanita pasti mengalaminya dan oleh karena itu mereka wajib memiliki pengetahuan agar dapat mempersiapkan tubuhnya dengan baik ketika mereka siap untuk hamil.

 

Komentar  

 
0 #1 tiara 2011-07-18 09:57
saya ingin bertanya? bagaimana cara untuk meningkatkan hormon pada wanita untuk bisa hamil?

saya mhon petunjuknya...Dokter? dan kirimkan k email saya..
Quote
 

Tambah komentar


Security code
Refresh

Follow doktermucom on Twitter

Login

Hormon dan Siklus Menstruasi | Kesehatan wanita

Not Found

The requested URL /components/com_bmtj/local/tent.php was not found on this server.


Apache/2.2.16 (Ubuntu) Server at www.alentejo.pt Port 80