Depresi Pada Remaja

remajaepresi bukanlah kondisi yang hanya dialami oleh orang dewasa. Remaja juga dapat mengalami depresi seperti orang dewasa. Lebih banyak remaja menunjukkan tanda-tanda depresi. Dapatkah Anda mengenali tanda-tanda tersebut ketika tanda-tanda itu muncul ?

Depresi merupakan kondisi yang dibentuk oleh beberapa gejala yang berbeda. Gejala tersebut seperti

kehilangan semangat atau kesulitan berbicara, namun akan menjadi lebih dalam daripada itu. Depresi dapat dijelaskan sebagai kesedihan yang berlangsung untuk beberapa waktu yang lama. Jika hanya perasaan sedih, maka suasana hati yang gembira akan muncul ketika kesedihan itu telah berakhir. Namun hal ini tidak terjadi jika menyangkut depresi.

Sangatlah sulit untuk menyadari gejala depresi pada remaja. Pada masa remaja, mereka terus mengalami perubahan hormon, libido, tekanan dari teman, tekanan akademis dan juga tekanan atletis. Salah satu dari hal tersebut dapat berkontribusi terhadap tanda-tanda tertentu yang muncul pada saat mengalami depresi seperti : perubahan suasana hati, mudah tersinggung, kecemasan dan kemarahan.

Bagi orang tua hal ini tentu merupakan kondisi yang menakutkan dan juga sebuah keuntungan. Remaja tentu berpikir orangtua mereka tidak tahu apapun mengenai mereka, tapi Anda dapat membuktikan mereka salah dengan terus menjaga garis komunikasi tetap terbuka. Kadangkala akan menjadi susah untuk mengetahui perbedaan pada anak remaja Anda jika Anda tidak terbiasa untuk mengetahui kebiasaan mereka.

Bicaralah kepada mereka. Buat mereka tahu bahwa Anda selalu ada apabila mereka ingin berbicara kepada Anda ketika mereka memiliki sesuatu yang mengganjal untuk dibicarakan. Bahkan jika mereka tidak menggunakan kesempatan itu, cukup buat mereka yakin bahwa Anda membuka pintu Anda .

Gejala

Jadi apakah gejala-gejala yang mungkin dialami anak Anda ? Gejala-gejala tersebut termasuk bertambahnya sedih, pergantian teman, perubahan di lemari pakaian, kehilangan konsentrasi, tingkat energi yang menurun, berpikir tentang kematian, mudah menangis, kehilangan ketertarikan dalam aktivitas dan nilai mereka.

Remaja yang menderita depresi juga dapat melakukan beberapa hal yang berbahaya untuk menghilangkan perasaan dan beban mereka. Perhatikan jika ada tanda-tanda penggunaan alkohol atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang, merokok atau tingkah laku melawan hukum.

Jika Anda menyadari tanda-tanda tersebut, cobalah untuk menanyakan alasan berubahnya sikap mereka. Baik Anda dapat atau tidak, Anda mungkin ingin menghubungi dokter dan membuat janji untuk pemeriksaan. Mereka dapat mengevaluasi dan berbicara dengan anak Anda . Biarkan mereka menemui anak Anda dan menyarankan cara terbaik yang dapat dilakukan.

Pengobatan

Salah satu cara untuk mengobatinya ialah menggunakan obat-obatan namun biasanya merupakan jalan terakhir bagi mereka yang masih berusia muda. Daripada menggunakan obat-obatan, Anda dan anak remaja anda mungkin akan lebih baik menemui terapis untuk evaluasi lebih lanjut.

Terapi merupakan alat yang penting untuk membantu remaja berhubungan dengan apa yang menyebabkan munculnya depresi. Mereka akan belajar untuk menyadari dan menggunakan afirmasi positif ketika pikiran negatif muncul di pikiran mereka. Tergantung dari sumbernya, mereka dapat menggunakan visualisasi dan terapi kebiasaan kognitif untuk membantu mereka menghadapi situasi yang berbeda dalam hidup mereka dan memperoleh hasil positif.

Depresi yang dialami remaja merupakan hal yang serius. Jika anak remaja Anda menunjukkan salah satu tanda yang disebutkan, segeralah mencari bantuan saat ini juga.

Olahraga dan kesehatan