Mengobati Diare pada Bayi

Mengobati Diare pada Bayinak-anak dan bayi belum bisa merawat diri sendiri sehingga diare merupakan salah satu kondisi yang harus mendapat perhatian khusus dari orang tua. Tindakan kita sebagai orang tua adalah memberinya banyak minum air putih agar tidak kekurangan cairan. Kekurangan cairan dapat menyebabkan komplikasi yang

lebih berbahaya. Kita harus mengerti lebih jauh mengenai gejala-gejala, penyebab dan pengobatan menghadapi diare agar kita dapat mengobatinya dengan efektif.

Gejala Diare pada Bayi

Hal utama yang harus diperhatikan adalah rutinitas bayi kita. Bayi baru lahir, selalu buang air setelah minum susu, dan kotorannya cenderung lembut. Bayi yang diberi ASI, kotorannya dapat berubah menuruti apa yang ibu makan. Anak-anak yang sudah lebih besar, kotorannya lebih keras dan bermacam-macam sesuai apa yang mereka makan. Faktor-faktor ini yang membuat kesulitan untuk menggambarkan diare pada bayi. Kita harus melihat pola jadwal buang air bayi kita. BAB rutin mungkin masih bisa ditolerir, namun ketika frekuensi BAB mulai naik, saatnya untuk memeriksa apakah kotoran mulai encer. Jika encer mungkin anak Anda sedang terserang diare.

Penyebab Diare pada Bayi

Bakteri, virus dan parasit adalah penyebab paling umum diare pada bayi. Mereka dapat masuk kedalam tubuh lewat makanan dan minuman. Dalam beberapa kasus, bakteri, virus dan parasit banyak ditemukan di botol susu. Gastroenteritis timbul karena saluran pencernaan terkena infeksi. Sistem kekebalan tubuh bereaksi dengan cara membuang zat-zat organik asing, khususnya pada infeksi virus. Sebenarnya tidak membutuhkan obat, namun harap perhatikan keseimbangan cairan dan garam dalam tubuh.

Pengobatan Diare pada Bayi

Diare dapat menyebabkan akibat yang serius jika tidak dirawat dengan baik. Bayi dapat menderita kekurangan cairan karena mencret. Oleh karena itu haruslah bayi diberikan air yang cukup. Anda dapat memberi minum bayi dengan susu formula jika belum sampai muntah. Kadang dokter menyarankan larutan elektrolit bagi anak jika bayi tidak mampu mengonsumsi susu formula ataupun ASI. Harus ada PNAR (Pisang, Nasi, Apel dan Roti) dalam makanan bayi dan cegah mereka minum minuman bersoda atau air bergula.

Olahraga dan kesehatan