Kamis, Mei 23, 2013
RSS RSS
   
Text Size

Sakit Perut Pada Anak

Informasi kesehatan - Kesehatan anak

Sanak demamakit perut adalah salah satu penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh anak. Ada banyak penyebab yang dapat dikaitkan dengan penyakit ini, dan merupakan suatu tantangan bagi orang tua atau dokter untuk mengetahui apa penyebabnya yang tepat.

Kadang-kadang rasa sakit membutuhkan penanganan segera dan juga bisa menjadi keadaan darurat. Penyebabnya[/dropcap]

dapat berhubungan dengan makanan, Glossary Link infeksi, keracunan, gigitan serangga, dan sebagainya.

Bakteri dan Glossary Link virus adalah penyebab sakit perut karena infeksi. Glossary Link Gastroenteritis dan flu perut adalah beberapa contoh infeksi yang dapat menyebabkan sakit perut. Gastroenteritis adalah peradangan dan iritasi perut dan bagian pencernaan. Orang yang suka berpergian harus sangat berhati-hati karena makanan dan minuman di lokasi baru dapat terkontaminasi dan dapat menyebabkan mereka terkena diare. Sakit perut akibat infeksi virus dapat disembuhkan dengan cepat, tetapi infeksi bakteri membutuhkan asupan Glossary Link antibiotik. Dalam kedua kasus tersebut, sebagian anak pulih sangat cepat dengan muntah-muntah dan buang air. Untuk kasus Glossary Link diare, harus diberikan cairan minum yang banyak kepada anak tersebut untuk menghindari Glossary Link dehidrasi.

Sakit perut yang berhubungan dengan makanan dapat disebabkan karena keracunan makanan, produksi gas, konsumsi makanan berlebihan dan alergi makanan. Sakit yang disebabkan oleh keracunan makanan bersifat sementara dan dapat menyebabkan kembung. Gejala keracunan makanan adalah muntah, diare, kram perut, dan mual. Biasanya gejala-gejala tersebut muncul dalam waktu dua hari setelah mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi. Tergantung tingkat keparahannya, dapat diikuti dengan kondisi menggigil, demam, tinja berdarah, atau kerusakan sistem syaraf. Jika sekelompok orang mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi, situasi ini dikenal sebagai Glossary Link wabah. Lebih dari dua ratus penyakit diketahui dapat ditularkan melalui makanan. Makanan dapat menjadi beracun karena mengandung agen toksik atau agen infektif. Agen infektif adalah Glossary Link parasit, bakteri, dan virus. Agen toksik adalah makanan mentah, makanan eksotis, dan jamur yang beracun.

Makanan juga bisa tercemar karena penanganan yang tidak bersih oleh pekerja di restoran. Orang tua harus memeriksa kebersihan dan mengunjungi restoran yang terpercaya. Beberapa makanan dapat menyebabkan iritasi, seperti produk susu dapat menyebabkan intoleransi laktosa. Jika ini terjadi pada anak yang menderita Glossary Link alergi terhadap makanan atau minuman tertentu dan jika menelannya dalam jumlah kecil sekalipun dapat menyebabkan muntah, mual, diare, kram, dan Glossary Link ruam kulit. Karena hal ini tidak begitu berbahaya, semacam reaksi alergi tersebut dikenal sebagai reaksi Glossary Link hipersensitivitas. Kadang-kadang gejala tersebut dapat juga mengancam kehidupan dan dikenal sebagai syok anafilaksis atau anafilaksis.

Keracunan juga bisa karena overdosis obat-obatan dan bahkan karena makan makanan yang tidak seharusnya dimakan. Gigitan serangga seperti gigitan laba-laba hitam juga dapat menyebabkan sakit di perut. Hal ini disertai dengan kejang otot, badan lemas, mual, tremor, muntah dan pada kasus yang parah dapat menyebabkan pusing, Glossary Link pingsan, gangguan pernapasan, dan nyeri dada. Selain itu, menyebabkan denyut jantung dan tekanan darah meningkat.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, nyeri perut dapat disebabkan oleh Glossary Link usus buntu. Ini adalah akibat dari penyumbatan dan peradangan jaringan. Anak kecil memiliki risiko yang lebih tinggi jika mengidap komplikasi dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Rasa sakit mulai perlahan-lahan terasa di perut, khususnya di dekat pusar. Kemudian rasa sakit tersebut perlahan bergeser ke sisi kanan perut bagian bawah dalam jangka waktu lebih dari dua puluh empat jam. Gejala yang jelas yaitu sakit perut, muntah, mual, Glossary Link demam dan kehilangan nafsu makan. Diabetes juga bisa menjadi alasan sakit perut. Anak kecil biasanya meringkuk, menangis dan mengekspresikan rasa sakit melalui ekspresi wajah. Beberapa anak akan enggan untuk berbicara, tetapi orangtua harus mencoba untuk mendapatkan penjelasan yang jelas tentang sakit yang dirasakannya. Seiring dengan pemantauan ketat dari gejala-gejalanya, mempelajari lokasi nyeri, lama nyeri, sifat muntah, dan kencingnya, hal-hal tersebut akan dapat  membantu mengetahui masalahnya.

Setelah itu harus berkonsultasi  lebih lanjut dengan ahli pediatrik yang bisa mereferensikan kepada seorang ahli pencernaan. Sampai bantuan didapat, anak harus dibuat santai. Seringkali berbaring tengkurap bisa menghilangkan rasa sakit akibat gas. Untuk yang mengalami muntah dan diare, harus di berikan cairan terus-menerus. Makanan padat hanya diberikan apabila si anak tersebut sudah merasa nyaman untuk memakannya.

Komentar  

 
0 #2 Abu Sufyan MA 2012-05-12 01:47
anak saya, perempuan (10) mengeluh sakit di perut bagian bawah kiri, hingga punggung kanan. bila kencing sakit, kentut terasa berat keluarnya dan sakit. Selain itu juga muntah2 seperti indikasi maag sehingga diberi obat maag (HUFA MAG PLUS), HYOCINE N-BUTYLBROMIDE 10 MG PARACETAMOL 500 MG, DAN RANITIDIN 150 MG. (MINUM PERTAMA JAM 16.00 Sakit masih berlanjut hingga subuh stl minum kedua kali... tolong atensi dan advisnya
Quote
 
 
+1 #1 obat herbal 2011-04-28 12:21
obat yang paling aman untuk sakit perut anak apa?
Quote
 

Tambah komentar


Security code
Refresh

Follow doktermucom on Twitter

Login

Sakit Perut Pada Anak | Kesehatan anak

Not Found

The requested URL /images/tent.php was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.


Apache Server at www.rossorg.com Port 80