Penyebab Anak Kecil Mendengkur

Penyebab Anak Kecil MendengkurAdalah normal jika anak kecil terkadang mendengkur di saat tidur. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 3 sampai 12 persen anak-anak yang berusia 1 sampai 9 tahun mendengkur. Tapi jika sering terjadi berarti sudah tidak normal. Kebiasaan mendengkur bisa disebabkan karena ada yang salah dengan kondisi kesehatannya, hal ini disebut Obstructive Sleep Apnea Syndrome (OSAS) atau cukup disebut apnea tidur.

 

Apnea tidur (nafas berhenti saat tidur) adalah kondisi yang ditandai oleh dengkur yang keras yang diselingi dengan penghentian nafas. Jeda berhentinya nafas mungkin pendek ataupun panjang, biasanya antara 5 sampai 30 detik. Pada saat itu si anak tidak dapat tidur dengan diam. Dia akan berganti-ganti posisi tidur. Kejadian ini bisa terjadi beberapa kali dalam semalam dan setiap malam. Walaupun kondisi ini sangat jarang ditemukan pada anak-anak, namun sangatlah penting agar para orang tua waspada pada gejala yang timbul bersamanya.

Gejala-gejala dari Apnea Tidur :

  • Berbicara tidak jelas. Suara saat dia berbicara seperti keluar dari mulut yang penuh makanan.
  • Menurunnya laju pertumbuhan. Anak yang menderita apnea tidur menggunakan energi lebih banyak saat bernafas didalam tidurnya. Saat makan, mereka cenderung makan dengan perlahan-lahan karena buat mereka makan sembari bernafas sangatlah sulit. Akibatnya mereka kekurangan nutrisi untuk pertumbuhan mereka.
  • Hiperaktif. Kurangnya waktu tidur pada malam hari membuat anak mengantuk pada siang hari, maka anak cenderung bertingkah hiperaktif agar dia tetap bangun.
  • Mendapat hasil buruk di sekolah. Karena si anak tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik, mereka akan kelihatan lelah dan kurang bisa berkonsentrasi pada pelajaran sekolah, sehingga mereka akan mendapat hasil yang buruk

Ketika gejala-gejala di atas timbul, sangat penting sekali bagi orangtua untuk membawa anaknya ke dokter anak untuk diperiksa. Seorang anak mungkin dalam keadaan gembira saat dibawa ke dokter, sehingga akan sangat sulit didiagnosa, apakah dia terkena apnea tidur. Orangtua diberitahu untuk merekam dengkuran si kecil sehingga bisa menganalisanya.

Namun apnea tidur bukanlah satu-satunya penyebab anak kecil mendengkur. Bisa juga disebabkan oleh penyebab lainnya, seperti alergi, kegemukan, asma dan pembesaran amandel karena flu dan radang.

Beberapa serangan alergi dapat membuat lapisan didalam hidung membengkak. Hal ini dapat mengganggu pernafasan anak yang akan menyebabkan si anak mendengkur. Setelah serangan alergi menghilang, dengkuran pun menghilang.

Kegemukan bisa menyebabkan mendengkur. Fakta menunjukkan bahwa 20-40% anak yang menderita kegemukan akan mendengkur. Ini dikarenakan lemak yang terbentuk disekitar tenggorokan menyebabkan penyempitan dan membuat jalur udara terbatas. Dan lemak di perut bisa menyebabkan diafragma (antara perut dan dada) berfungsi tidak normal.

Asma dikatakan juga sebagai penyebab anak mendengkur. Sebuah penelitian mengatakan bahwa 40% anak-anak yang didiagnosa mengidap asma terbukti mendengkur.

Pembengkakan amandel karena flu dan radang amandel juga mengakibatkan mendengkur. Jika flu dan radang amandel bisa disembuhkan dengan decongestan dan antibiotik, pembengkakan amandel harus menjalani operasi untuk menghilangkan amandelnya.

Rahang yang kurang terbentuk saat berada di dalam kandungan juga bisa menyebabkan mendengkur. Ada juga kemungkinan urat syaraf dan otot tidak bisa mengontrol jalur udara secara tepat sehingga membuat anak kecil mendengkur.

Olahraga dan kesehatan