Fakta Mengompol

joomplu:448Banyak anak-anak dan bahkan remaja tampaknya masih mengompol. Terkadang hal ini juga menjadi penyebab kekhawatiran bagi orang tua. Tapi ada beberapa fakta bahwa kedua orang tua serta anak-anak mereka harus tahu tentang mengompol. Berikut adalah beberapa fakta dari mengompol.

Mengompol juga dikenal sebagai enuresis nokturnal atau enuresis, adalah kondisi dimana anak-anak dan bahkan beberapa orang dewasa memiliki ketidakmampuan untuk mengontrol buang air kecil didalam tidur mereka. Akhirnya mereka membasahi tempat tidur dan menyadari bahwa itu telah terjadi setelah mereka bangun di pagi hari.  Hal ini sebenarnya masalah umum di antara anak-anak pada usia tiga tahun dan di bawah tiga tahun.

Setelah itu anak-anak akan mengembangkan kemampuan mereka untuk mengontrol buang air kecil dan kadang terbangun di tengah malam setiap kali mereka merasa ingin buang air kecil. Tapi sayangnya ada  beberapa anak yang tidak mampu melakukannya. Mereka masih mengalami ketidakmampuan mengontrol atau bahkan tidak merasa bahwa mereka buang air kecil disaat mereka tidur. Sekitar 15 persen anak-anak masih mungkin mengompol setelah usia tiga tahun.

Penelitian telah menunjukkan bahwa anak laki-laki lebih mungkin untuk mengompol  pada tempat tidur mereka dibandingkan anak perempuan. Enuresis juga ditemukan turun temurun didalam keluarga. Jika Anak-anak memiliki orang tua dengan riwayat mengompol ketika mereka masih kecil lebih mungkin bagi mereka untuk mengompol. Mengompol biasanya berhenti pada saat anak mencapai usia pubertas.

Pada anak-anak mengompol jarang dikaitkan dengan masalah ginjal atau kandung kemih. Kasus yang biasa adalah bahwa beberapa anak dapat mengembangkan kontrol kandung kemih lebih lambat dari biasanya. Tapi mungkin ada kemungkinan bahwa beberapa kasus mungkin disebabkan oleh infeksi tertentu. Itulah sebabnya mungkin saran yang terbaik berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab sebenarnya mengompol pada anak-anak.

Beberapa dokter juga percaya bahwa kasus-kasus tertentu mengompol mungkin berawal pada masalah emosional atau psikologis tertentu. Seorang anak tiba-tiba mengompol setelah beberapa waktu tidak mengompol, hal ini merupakan refleksi dari ketakutan dan ketidakamanan baru tertentu sehingga anak tersebut mengalami mengompol. Situasi tertentu seperti pindah ke rumah baru, orang tua menjalani perceraian, atau kehilangan seseorang yang dicintai kadang-kadang dapat mempengaruhi anak-anak untuk mengompol di malam hari.

Hal ini penting untuk dicatat bahwa dengan membuat anak malu karena pengalaman mengompol mereka tidak akan menjadi cara yang efektif untuk membantu mereka menghentikan kebiasaan itu. Yang mungkin dilakukan adalah membuat anak mengerti bahwa itu buruk bagi diri mereka sendiri. Ingatlah bahwa anak-anak tidak sengaja mengompol di tempat tidur mereka.

Alih-alih membuat anak-anak mereka merasa malu dan malu, orang tua harus mencoba untuk mendorong dan mengekspresikan kepercayaan diri anak-anak mereka hingga mereka terbebas dari masalah ini. Penguatan positif biasanya akan bekerja lebih baik dalam mengatasi masalah mengompol pada anak.

Olahraga dan kesehatan