Apakah itu Cerebral Palsy?

Apakah itu Cerebral Palsy?erebral Palsy umumnya adalah suatu istilah yang merujuk kepada sekelompok gangguan permanen atau kronis, yang muncul segera saat beberapa tahun pertama kehidupan anak. Ini adalah suatu kondisi yang menghambat dan

mempengaruhi kemampuan anak untuk mengkoordinasikan gerakan tubuh dengan benar. Ini terjadi karena ototnya cenderung lemah, lemas, kaku dan keras.

Di Amerika Serikat dan daerah Eropa, diperkirakan cerebral palsy terjadi pada dua hingga empat dari 1000 kelahiran bayi baru. Di seluruh dunia, kondisi ini mempengaruhi ribuan bayi baru setiap tahunnya. Melalui analisis etimologi dari kata istilah kondisi tersebut, akan membuat kita menyimpulkan bahwa cerebral palsy mempengaruhi otak secara keseluruhan. Kata "cerebral" mewakili cerebrum, area otak yang terkena, sedangkan "palsy" memiliki arti gangguan pergerakan.

Banyak penelitian yang mencoba untuk menjelaskan akar penyebab dari kondisi ini. Awalnya diketahui bahwa cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan pusat motorik otak yang sedang berkembang. Kerusakan ini mungkin terjadi selama kehamilan atau selama persalinan. Dalam beberapa kasus, cerebral palsy timbul jauh setelah persalinan atau beberapa waktu hingga bayi berusia tiga tahun.

Berkebalikan dengan yang kebanyakan orang yakini, cerebral palsy tidak dapat menular dengan cara apapun. Karenanya, kondisi ini tidak menular dan tidak dapat diturunkan dari penderita ke keturunannya. Tidak menjadi masalah untuk berurusan dan berinteraksi dengan anak yang menderita cerebral palsy. Berita buruknya adalah kondisi ini tidak selalu dapat disembuhkan, meskipun pengobatan modern masih terus-menerus mencari kemungkinan pengobatan dan perawatannya. Namun demikian, dalam beberapa kasus, terapi fisik yang sesuai bagi anak akan memberikan suatu perbedaan yang berarti.

Gangguan motorik yang berhubungan dengan cerebral palsy seringkali disertai dengan gangguan persepsi, sensasi, komunikasi, perilaku, dan kognisi. Seperti yang telah disebutkan, belum ada obatnya, tetapi ada intervensi medis yang biasa dilakukan, yang terbatas pada pencegahan dan perawatan kemungkinan munculnya komplikasi. Ada juga penemuan atau penelitian yang memperlihatkan bahwa kemajuan dan perbaikan dalam perawatan neonatal kemungkinan dapat menurunkan jumlah bayi yang lahir dengan kondisi ini.

Ada tiga kategori atau klasifikasi utama dari cerebral palsy, yaitu, spastik, ataksik, dan atetoid atau diskinetik. Spastik adalah jenis yang paling umum dari cerebral palsy. Ini terjadi pada sekitar 80% dari kasus yang dilaporkan. Pasien akan memperlihatkan kondisi neuromuskular yang berasal dari kerusakan korteks motorik, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan kognitif otak.

Cerebral palsy ataksik adalah jenis yang berhubungan dengan kemungkinan kerusakan cerebellum. Kasus ini lebih jarang terjadi, hanya terjadi pada sekitar 10% dari kasus cerebral palsy yang dilaporkan. Pasien akan memperlihatkan tremor dan hipotonia. Kemampuan mereka untuk mengetik, menulis dan menggunakan gunting akan terpengaruh, bersama dengan keseimbangan tubuhnya saat berjalan. Jenis Atetoid atau diskinetik dari cerebral palsy sangatlah jarang terjadi. Pasien seringkali menunjukkan tanda-tanda gerakan involunter. Mereka merasa kesulitan untuk menjaga tubuhnya tetap diam atau menggenggam suatu benda.

Begitu janin didiagnosa menderita cerebral palsy, maka otomatis diperlukan tes diagnostik opsional lebih lanjut. Menarik juga untuk dicatat kalau bayi laki-laki yang lebih cenderung terkena cerebral palsy dibandingkan bayi perempuan. Perawatan dan perbaikan lebih lanjut oleh ibu bayi telah diketahui tidak membantu menurunkan atau menghilangkan kejadian cerebral palsy.

Olahraga dan kesehatan