Menggunakan Ultram pada Kehamilan Trimester Pertama

Menggunakan Ultram pada Kehamilan Trimester Pertama[dropcap color=pink cap=P]enggunaan Ultram saat kehamilan trimester pertama adalah pertanyaan yang sering diajukan oleh banyak wanita yang menderita rasa nyeri yang kronis. Nama yang biasa dipakai untuk obat Ultram adalah Tramadol. Tramadol adalah pereda nyeri non-narkotika tetapi memiliki[/dropcap]

beberapa sifat narkotika. Wanita yang pernah memiliki masalah kecanduan narkotika di masa lalu tidak boleh menggunakan Ultram karena akan memicu kecanduan lain.

Ketika pertama kali dirilis, Ultram di gunakan sebagai penghilang rasa sakit non-adiktif. Kemudian pada tahun 1996 Ortho-McNeil Pharmaceutical, produsen Ultram, mengirim surat peringatan kepada para dokter di AS yang mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman aktual yang dialami oleh pasien, ternyata obat tersebut adalah obat adiktif dan dapat menimbulkan ketergantungan, withdrawal dan penyalahgunaan obat oleh pasien.

Sayangnya, banyak wanita yang mengalami masalah atau cidera memerlukan obat nyeri kronis untuk meringankan rasa sakit agar mereka dapat beraktivitas sepanjang hari. Kehamilan semakin memperberat masalah yang dihadapi oleh para wanita tersebut. Kebanyakan nyeri kronis itu dirasakan di punggung. Perut yang membesar dengan perlahan dan digabungkan dengan obat-obat yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi membuat para wanita hamil menemui banyak kesulitan.

Obat-obatan yang diberikan pada wanita hamil dibagi menjadi lima kategori mulai dari Kategori A yang tidak berpengaruh pada bayi, sampai Kategori X yang dapat menimbulkan risiko pada bayi. Banyak wanita yang menderita nyeri kronis telah menggunakan Ultram selama bertahun-tahun untuk mengendalikan nyeri tersebut. Sayangnya Ultram adalah obat Kategori C.

Ketika di uji cobakan pada bayi hewan, Ultram masuk ke dalam kategori obat yang dapat menghasilkan efek yang merugikan pada bayi hewan tersebut. Belum ada studi yang dilakukan pada wanita, atau dengan kata lain studi pada wanita dan hewan memang tidak ada. Obat-obatan Kategori C hanya diberikan jika manfaat potensialnya lebih besar daripada risiko potensial pada bayi.

Berdasarkan studi yang dilakukan pada hewan, pereda nyeri Ultram untuk kehamilan trimester pertama tampaknya menjadi kontraindikasi. Belum ada penelitian yang terkendali dengan baik pada wanita, tetapi penelitian pada hewan telah menunjukkan adanya tanda-tanda keracunan pada janin hewan. Bayi hewan yang dilahirkan mengalami gangguan perkembangan atau perilaku untuk sementara waktu.

Penggunaan obat pereda nyeri Ultram lebih baik ditunda sampai kehamilan memasuki trimester kedua dan ketiga. Wanita yang menggunakan Ultram secara terus-menerus ketika hamil melahirkan bayi yang memiliki ketergantungan obat dan menderita gejala-gejala withdrawal. Gejala withdrawal adalah gejala ketika seseorang berhenti menggunakan obat-obatan yang biasa dia minum. Utram menerobos plasenta dan 80% nya ditemukan di tali pusar pada wanita yang diberikan Ultram selama persalinan. Belum ada penelitian yang menunjukkan efek dari Ultram terhadap perkembangan, pertumbuhan dan pematangan fungsional anak ketika mereka besar nanti.