Pengobatan Praktis untuk Gangguan Kecemasan

Pengobatan Praktis untuk Gangguan Kecemasan[dropcap color=grey cap=P]engobatan untuk gangguan kecemasan biasanya terbagi menjadi tiga kategori yaitu: terapi, obat-obatan serta penggunaan obat alternatif atau komplementer. Dokter akan memilih salah satu atau kombinasi dari tiga pilihan pengobatan diatas berdasarkan pada masalah utama dan preferensi pasien. Tetapi sebelum memulai pengobatan, dokter akan membuat evaluasi diagnostik untuk menentukan penyebab utama dari gangguan kecemasan. Biasanya, penderita gangguan ini mengalami masalah dengan[/dropcap]

penyalahgunaan obat, depresi, dan kecanduan alkohol diantara kondisi lain yang dapat mempengaruhi fungsi normal temperamen mereka. Dokter juga mempertimbangkan riwayat medis pasien agar bisa mengetahui apakah pasien sedang menjalani pengobatan atau apakah pernah menjalani perawatan gangguan kecemasan sebelumnya.

Meskipun jarang terjadi, beberapa pengobatan untuk gangguan kecemasan bisa gagal. Namun, kegagalan itu hanya terjadi jika pengobatan tidak diberikan dengan benar atau ketika pengobatan tidak diberikan selama jangka waktu yang memadai. Penyebab lainnya, dokter tidak berhasil menggabungkan pilihan pengobatan yang tepat untuk menyembuhkan seorang pasien. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan atau kelalaian dokter.

Penggunaan obat untuk mengobati gangguan kecemasan tidak menjamin kesembuhan pasien. Namun, karena banyak psikiater atau psikoterapis biasanya mengungkapkan kepada penderita kecemasan, penggunaan obat bisa membantu menangani gangguan kecemasan dengan lebih baik. Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan diantaranya adalah obat anti-kecemasan, beta-blocker, dan antidepresan. Tetapi bagi orang yang sadar akan manfaat penuh dari obat, harus bersiap untuk mencari alternatif pengobatan lainnya, seperti psikoterapi dan konseling.

Meskipun penggunaan obat mungkin tidak dapat dihindari dalam pengobatan untuk gangguan kecemasan, terutama pada kasus tertentu yang memang membutuhkan penggunaan obat, kebanyakan orang lebih memilih psikoterapi. Psikoterapi memang lebih ringan daripada obat dan tidak memiliki efek samping negatif yang dialami setelah minum obat dari resep dokter. Hasil psikoterapi terbaik bisa dicapai jika pasien menjalani pengobatan di bawah arahan dan pengawasan dari seorang ahli kesehatan mental yang terlatih. Seperti psikolog, psikiater, konselor terlatih, atau pekerja sosial yang terlatih. Hal pertama yang dilakukan oleh ahli kesehatan mental adalah berusaha untuk membangun hubungan yang baik antara dirinya dan pasien. Melalui hubungan pasien dan dokter yang transparan, saling percaya, dan sehat, dokter akan dapat mengidentifikasi penyebab dari gangguan kecemasan, dan gejala yang menyertainya. Karena para ahli tahu bahwa gejala-gejalanya tidak akan sama pada masing-masing individu, karena situasi yang menjadi penyebab kecemasan juga tidak sama untuk masing-masing pasien.

Pengobatan yang paling umum digunakan pada gangguan kecemasan adalah CBT (cognitive-behavioral therapy/terapi perilaku-kognitif) . Dalam CBT, seorang ahli kesehatan-mental bekerja sama dengan penderita gangguan kecemasan untuk menentukan apa yang menjadi penyebab rasa takut pasien yang akhirnya memicu kecemasan. Keduanya juga berupaya keras untuk mengidentifikasi pola-pola dari rasa takut yang dialami pasien. Melalui kognisi, pasien kemudian diajarkan cara untuk mengenali situasi pemicu kecemasan, dan bagaimana cara mengatasinya ketika seseorang mengalami keadaan seperti itu.