Gejala Kanker Rahim

joomplu:326Kanker rahim menyumbang angka sekitar 15% dari semua jenis kanker pada wanita.  Pada tahun 2005 ada sekitar 80.000 wanita telah didiagnosis menderita keganasan ginekologi panggul atau kanker.  Beberapa diantaranya adalah kanker uterin(rahim) yang merupakan 95% dari kanker endometrium.

Untungnya kanker rahim endometrium dapat diobati dan dapat disembuhkan.  Ada beberapa jenis perawatan termasuk pilihan bedah, radiasi, kemoterapi dan obat-obatan tergantung pada tatacara perawatan.

Sebelum pengobatan dokter akan menjelaskan bahwa ada masalah tentang kesehatan pasien dan harus diagnosis. Gejala kanker yang paling umum adalah perdarahan pada uterus pasca menopause.  Banyak wanita menyadari hal ini sebagai tanda mungkin ada sesuatu yang salah dan mereka harus melakukan pemeriksaan medis. Kabar baiknya adalah bahwa hanya 10-20% dari wanita yang menderita pendarahan pascamenopause berisiko kanker rahim.

Evaluasi perdarahan abnormal yang cepat sering mengakibatkan diagnosis penyakit pada Tahap I yaitu kondisi yang diobati dan dapat disembuhkan.

Kanker rahim didefinisikan sebagai neoplasma atau pertumbuhan abnormal sel-sel yang berada di dalam rahim.  Kanker endometrium adalah jenis kanker pada wanita pascamenopause.

Faktor risiko kanker endometrium termasuk obesitas, tidak mempunyai anak atau infertilitas, menopause terlambat, estrogen, diabetes, hipertensi, diet lemak hewani yang tinggi dan terapi radiasi.

Sebagai seorang wanita dengan usia diatas 50 tahun perdarahan pada postmenopause dapat meningkatkan keganasan kanker tersebut.  Gejala umum kanker rahim lainnya termasuk nyeri saat buang air kecil atau ketika berhubungan seksual dan nyeri di daerah panggul.

Gejala lainnya pada wanita juga dapat termasuk keluarnya cairan dari vagina yang bernanah, pembuangan sel-sel mati berwarna buram tebal  dan menandakan adanya infeksi pada jaringan. Gejala lain yang lebih lanjut adalah termasuk rasa sakit, kehilangan berat badan, perubahan di dalam kandung kemih dan pola usus.

Tetapi dokter telah mendiagnosis selama pemeriksaan fisik tahunan kurang dari 5% wanita memiliki gejala kanker endometrium.  Di sisi lain kanker serviks diangkat pada awal menggunakan PAP smear.  Jika wanita ditemukan adanya sel atipikal setelah menopause saat melakukan Pap smear harus diskrining untuk mengetahui jenis kanker tersebut.

Gejala kanker rahim yang harus diketahui oleh semua wanita adalah jika mereka tidak memiliki histerektomi sebelumnya atau pengangkatan rahim. Selama kanker masih pada Tahap I atau II dan selama pasien menjalani pengobatan penyakit ini sering dapat diobati dan berpotensi dapat disembuhkan.