Faktor Risiko Kanker Prostat

Faktor Risiko Kanker Prostatrostat adalah kelenjar kelamin kecil berbentuk seperti kacang walnut penghasil cairan semen, yang menutrisi dan menyalurkan sperma. Pertumbuhan sel dalam kelenjar prostat dipengaruhi oleh hormon seksual laki-laki bernama testosteron. Walaupun penyebabnya tidak diketahui, kanker prostat adalah prospek yang menakutkan bagi pria. Kanker ini tidak hanya mengancam jiwa mereka namun juga seksualitasnya. Kemungkinan akibat pengobatan (walaupun pengobatannya berhasil menyelamatkan nyawa seseorang) diantaranya disfungsi ereksi dan masalah pengendalian kandung kemih. Kanker prostat berkembang sangat lamban dan

di tahap awal menunjukan sedikit gejala atau tidak sama sekali. Jika diketahui sejak awal, kemungkinan pengobatan bisa efektif dengan efek samping yang sedikit. Saat kanker sudah menyebar (metastasis) pengobatan menjadi lebih sulit.

Kerentanan seorang pria terhadap kanker prostat meningkat seiring usia. Seringkali, kanker prostat terlambat terdeteksi dan orang-orang yang kehilangan nyawanya meninggal bukan karena kanker prostatnya, namun meninggal bersama dengan kanker prostat. Saat kanker menyebar, ia menekan saluran kencing, yang mengellilingi prostat. Saat inilah tanda-tanda dan gejalanya mulai timbul:

 

 

  • Ingin segera buang air kecil
  • Sulit buang air kecil
  • Sakit yang terus-menerus di daerah bawah panggul
  • Nyeri saat kencing, aliran sangat lamban (hampir seperti menetes)
  • Aliran kencing yang terputus-putus dan sensasi seakan kandung kemih tidak kosong
  • Sering buang air kecil, kadang-kadang berdarah
  • Sakit saat ejakulasi
  • Sakit terus-menerus di tulang, bawah punggung belakang, pinggul, dan paha
  • Sakit secara keseluruhan, kurang nafsu makan, dan penurunan berat badan

Jika sel dari kanker prostat lepas, kanker akan menyebar. Seringkali, kanker prostat menyebar ke kelenjar getah bening, tulang di panggul atau punggung bawah, paru-paru, dan terkadang bahkan ke otak.

Faktor Risiko

Risiko kanker prostat meningkat seiring usia. Seperti kebanyakan kanker lainnya, faktor keturunan juga memegang peran penting. Untuk hal yang tidak diketahui, pria Afrika-Amerika sepertinya memiliki risiko kanker prostat lebih tinggi. Diet yang tinggi lemak dan gaya hidup kurang bergerak juga mempengaruhi risiko. Lemak menyebabkan peningkatan produksi testosteron, yang pada gilirannya menyebabkan perkembangan sel kanker. Tingkat testosteron yang tinggi berarti kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengembangkan kanker prostat. Maka dari itu, pria yang menderita hypogonadism, atau telah menjalani pengobatan testosteron jangka panjang memiliki risiko. Vasektomi juga dapat mengakibatkan kanker prostat, walaupun tidak ada bukti yang konklusif mengenai ini.

Sebuah tes skrining rutin dapat mengungkapkan awal kanker prostat. DRE (Digital Rectal Examination), yaitu memasukan jari bersarung ke dalam rektum, membantu dokter untuk memeriksa prostat. Setiap perubahan bentuk atau ukuran kelenjar bisa berarti masalah. Sebuah uji antigen prostat-khusus (PSA) menganalisa sampel darah untuk tingkat PSA. Jika terdeteksi lebih tinggi dari tingkat normal, dapat diduga infeksi prostat atau kanker. Sebuah ultrasound transrectal membantu untuk mengamati prostat dengan menggunakan gelombang suara. Jika tes awal menghasilkan hasil yang positif, biopsi prostat dapat dilakukan untuk membuktikan adanya kanker. Jika kanker dikonfirmasi, langkah berikutnya adalah untuk mengetahui penyebaran kanker. Scan tulang, CT scan, dan scan USG dapat digunakan untuk hal ini.

Modus pengobatan secara langsung tergantung pada seberapa agresif kanker tersebut. Bagi kebanyakan pria, kombinasi perawatan (operasi, radiasi dipasangkan dengan terapi hormon, kemoterapi) dapat terbukti efektif.

Cara terbaik untuk mengurangi risiko dari kanker prostat adalah makan makanan yang kaya serat dan rendah lemak. Olahraga teratur juga membantu.

Olahraga dan kesehatan