Menjelaskan Mitos Jerawat

Menjelaskan Mitos Jerawatanyak sekali teori dan mitos penyebab jerawat. Sebagian mitos ini tidak berdasar dan yang lain mungkin mempunyai kebenaran. Akan tetapi, beberapa kesalahpahaman yang paling umum tentang jerawat masih ada sampai sekarang. Beberapa saran tentang jerawat dan membahas sebagian mitos ini dapat membantu memahami jerawat lebih baik. 

Satu dari kesalahpahaman umum yang masih ada sampai sekarang adalah jerawat disebabkan oleh kesehatan yang buruk. Kebanyakan mereka yang

percaya mitos ini, biasanya mencuci kulitnya dengan keras dan sering. Sebenarnya, itu dapat memperburuk keadaan. Walaupun akumulasi dari debu, kulit mati dan minyak pada permukaan kulit menyebabkannya tidak enak dipandang, itu tidak menyebabkan jerawat pada kulit. Beberapa saran seperti mencuci muka dengan lembut dan menepuk lembut untuk mengeringkan dapat membantu untuk menjadikan kulit bersih. Ingat, mencuci dan menggosok dengan kasar dapat mengiritasi kulit dan memburuk kondisi jerawat.

Mitos yang lain tentang jerawat adalah disebabkan oleh makanan yang buruk. Studi ilmiah telah dilakukan, tetapi tidak ditemukan hubungan antara jerawat dan makanan. Karenanya, diet tidak menyebabkan jerawat. Tetapi dalam beberapa kasus, makanan tertentu dapat mempengaruhi masalah jerawat yang terjadi. Beberapa saran yang dapat dianjurkan untuk kondisi ini adalah menghindari makanan yang dapat memperburuk kondisi jerawat dan sangat dianjurkan untuk makan makanan yang seimbang. Secara keseluruhan, orang tidak perlu khawatir kalau makanan adalah penyebab jerawat.

Mitos umum lain adalah jerawat merupakan penyakit kosmetik. Satu dari saran yang dapat diberikan adalah sebagian kosmetik memang memperburuk keadaan kulit, tapi pada umumnya, kebanyakan dari kosmetik ini telah diuji sebelumnya dan terbukti tidak memberikan efek samping. Karena sensitivitas masyarakat yang berbeda, masuk akal untuk menghindari sesuatu yang dapat memperburuk masalah jerawat.

Saran yang tidak kalah pentingnya untuk ibu hamil adalah menghindari pengobatan jerawat selama masa kehamilan. Obat-obatan yang berpotensi menganggu harus dihindari karena dapat menganggu pertumbuhan janin. Contohnya, terapi hormon harus dihentikan selama satu bulan sebelum kehamilan. Ini juga berlaku untuk pengobatan isotrentionin dan retinoids. Pengobatan tersebut mempunyai potensi untuk berdampak buruk pada janin. Wanita yang sedang menjalani pengobatan itu harus mengambil 2 bentuk pengendalian kelahiran untuk memastikan mereka tidak hamil. Saran-saran di atas dapat membantu menjelaskan mitos jerawat dan mengantisipasi ketika dalam pengobatan jerawat.

Olahraga dan kesehatan