Pengaruh Hipotiroidisme Pada Tubuh

joomplu:54Hipotiroidisme adalah suatu penyakit dimana kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid, terutama tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3). Kedua hormon ini penting karena mereka ada di hampir setiap sel tubuh dan membantu dalam mengatur metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat.

Rendahnya produksi hormon tiroid pada hipotiroidisme akan menimbulkan gejala sebagai hasil dari metabolisme tubuh yang lamban.

Mereka yang menderita hipotiroidisme sering merasa lelah karena mereka tidak bisa mendapatkan energi yang cukup dari karbohidrat yang mereka konsumsi. Mereka tidak dapat menahan dingin, memiliki kepekaan yang lebih tinggi, dan memiliki suhu dasar tubuh rendah akibat dari tidak cukupnya hormon tiroid yang diperlukan untuk membuat panas. Struktur tubuh menjadi melemah karena turunnya tingkat metabolisme pada tubuh. Karena itu mereka sering memiliki detak otot lemah (hyptonia), carpal tunnel syndrome, kejang otot dan nyeri sendi, kuku dan rambut rapuh dan tipis, osteoporosis, kulit kering dan gatal, dan penipisan alis. Selain itu, hipotiroidisme ada karena kondisi kekurangan yodium dan tiroiditis limfatik. Ini ditandai dengan pembengkakan pada leher akibat peradangan kelenjar tiroid, yang disebut gondok.

Tingkat metabolisme lamban juga berdampak pada banyak sistem tubuh, membuat sistem tidak mampu melakukan tugas dan dapat diketahui dari gejala hipotiroidisme berikut: jarang berkeringat, naiknya berat badan dan kandungan air di tubuh, detak jantung rendah (bradikardi), sembelit, siklus haid yang tidak normal, dan dalam kasus yang parah mengakibatkan gagal jantung. Hipotiroidisme juga dapat menyebabkan koma myxedema yang dapat dipicu oleh luka trauma, penyakit parah, operasi, atau stres.

Selain itu, disamping gejala yang disebutkan di atas, ada juga gejala-gejala yang terlihat pada penderita hipotiroidisme walau jarang terjadi. Yakni gangguan fungsi ginjal, menguningnya kulit yang diakibatkan kegagalan tubuh mengubah beta-karoten menjadi vitamin A, lekas marah, gampang ingin tidur, hipoglikemia berulang, sesak napas, kesulitan menelan, jumlah kolesterol meningkat, psikosis akut, anemia, rambut rontok, penurunan libido, refleks lamban, penurunan indera rasa dan bau, denyut jantung lambat, tangan dan kaki lambat, wajah bengkak, gangguan fungsi kognitif, ginekomastia, dan memori terganggu.

Hormon tiroid merupakan unsur vital pada tubuh. Kekurangan hormon tiroid secara signifikan dapat mempengaruhi keseluruhan kondisi kesejahteraan seseorang. Oleh karena itu dianjurkan agar Anda melakukan pemeriksaan kesehatan bila Anda merasa Anda memiliki sebagian besar gejala ini.