Jumat, Mei 24, 2013
RSS RSS
   
Text Size

Panduan Memahami Hipoglikemia tanpa Diabetes

Informasi kesehatan - Hipoglikemia

Panduan Memahami Hipoglikemia tanpa Diabetes

Hipoglikemia adalah kondisi kesehatan yang terjadi ketika tingkat Glossary Link glukosa darah turun dibawah tingkat minimal, yaitu 70 miligram per desiliter darah. Sensitifitas setiap orang pada jatuhnya tingkat Glossary Link gula darah berbeda beda, dan hal ini seringkali menyulitkan deteksi gejalanya. Seorang penderita hipoglikemia tanpa diabetes tidak mengalami gejala yang berbeda dengan hipoglikemia yang disebabkan oleh diabetes. Hipoglikemia tanpa diabetes harus dirawat secara serius karena

tingkat gula darah bisa turun sampai 60 miligram dan oleh karenanya Glossary Link hormon utama yang disebut epinephrine, disekresikan oleh Glossary Link kelenjar adrenal. Berbagai gejala seperti pusing, lapar, kebingungan, mudah marah, lemah dan sakit kepala akan dialami oleh si penderita. Tingkat gula darah yang rendah dan dikatakan kritis (sekitar 50 miligram) selanjutnya bisa menyebabkan kerusakan Glossary Link otak, sehingga kondisi ini harus selalu diawasi. Oleh karenanya, hipoglikemia tanpa diabetes harus mendapatkan perhatian medis yang tepat, yaitu menemui dokter untuk diagnosa dan perawatan yang benar.

Hipoglikemia tanpa diabetes memiliki dua kategori, yaitu:

  • Hipoglikemia reaktif (juga dikenal dengan hipoglikemia postprandial)
  • Hipoglikemia puasa (dikenal dengan hipoglikemia post absorptive)

Kedua kategori hipoglikemia tanpa diabetes ini memiliki gejala yang sama dengan hipoglikemia yang disebabkan oleh diabetes. Namun begitu, ada beberapa perbedaan antara kedua jenis hipoglikemia tanpa diabetes ini. Yang pertama, hipoglikemia reaktif datang dalam beberapa jam setelah mengonsumsi makanan kaya akan Glossary Link karbohidrat. Disisi lain, hipoglikemia puasa bisa dipicu ketika seseorang tidak makan secara teratur dan menjadi sangat lapar. Gejala Hipoglikemia puasa bisa dialami oleh seseorang yang mencoba aktifitas fisik yang melelahkan.

Selain itu, perbedaan mendasar dari kedua tipe hipoglikemia tanpa diabetes ini adalah tingkat glukosa darah yang memiliki ciri masing masing bagi tiap tipe. Dalam hipoglikemia reaktif, tingkat gula darah turun sampai dibawah 70 miligram per decimeter darah, sedangkan pada hipoglikemia puasa, bisa sampai 50 miligram. Hipoglikemia puasa berisiko bagi kesehatan Anda karena jika berlangsung lebih lama akan membutuhkan perhatian medis yang cepat. Tidak seperti hipoglikemia puasa, hipoglikemia reaktif bisa diredakan secara cepat dengan tablet glukosa atau segelas jus jeruk dengan gula. Pada kedua kasus hipoglikemia tanpa diabetes, ada dua faktor yang memicu munculnya hipoglikemia ini: alkohol dan/atau beberapa obat – obatan yang diresepkan. Memang benar, hipoglikemia tanpa diabetes adalah masalah kesehatan yang membutuhkan saran yang tepat dari seorang professional dalam bidang kesehatan.

Follow doktermucom on Twitter

Login

Panduan Memahami Hipoglikemia tanpa Diabetes | Hipoglikemia

Not Found

The requested URL /images/tent.php was not found on this server.

Additionally, a 404 Not Found error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.


Apache Server at www.rossorg.com Port 80