Seberapa Banyakkah yang Dimaksud dengan Terlalu Banyak Estrogen?

Seberapa Banyakkah yang Dimaksud dengan Terlalu Banyak Estrogen?elakangan ini, estrogen telah menyebabkan banyak desas-desus dan kontroversi dalam dunia medis. Banyak studi ilmiah telah dilakukan mengenai dampak baik maupun dampak buruknya dalam tubuh manusia. Meskipun estrogen sudah terkenal di pasaran dan dalam bidang ilmiah untuk mengobati dan mencegah berbagai jenis penyakit dan penderitaan lainnya, masih banyak isu bergelimpangan mengenai sifat-sifat asli estrogen.

Sepanjang ini isu-isu ini menimbulkan banyak pertanyaan yang tak terhitung jumlahnya yang terus membingungkan banyak orang,

salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah tentang seberapa banyakkah yang dimaksud terlalu banyak estrogen itu? Apakah ini senyawa yang telah terbukti memiliki manfaat kesehatan dan dapat menimbulkan efek buruk jika dipakai melebihi jumlah yang seharusnya?

Menurut temuan terbaru dari "Women's Health Initiative" (Inisiatif Kesehatan Wanita) pada tahun 2004, dosis harian estrogen yang disarankan sangat tergantung pada jenis pengobatan yang dilakukan dan alternatif pilihan nama merek estrogen. Sebagai contoh, ketika seseorang menggunakan estrogen terkonjugasi, yang umumnya digunakan di Amerika Serikat yang berada di bawah nama merek Premarin dan Cenestine, dosis yang cukup setidaknya 0,3-0,625 mg/hari.

Dosis ini sama sekali berbeda ketika orang itu menggunakan estrogen yang dibuat dari Estradiol sintetis dengan nama merek Estrace, penelitian menunjukkan bahwa dosis yang cukup adalah 0,5-1 mg/hari. Sedangkan merek Estretab dan Menest bekerja secara efektif jika seseorang menggunakan dosis 0,3-0,625 mg/hari di bawah pengobatan Estrified, sementara dosis yang lebih rendah dianjurkan bagi mereka yang mengambil estrogen. Ogen dengan jumlah yang cukup untuk merek ini berkisar 0,6-0,125 mg/hari.

Dalam kasus orang-orang yang menggunakan merek Estraderm, Vivelle, penemuan Climera menunjukkan bahwa 0,02-0,05 mg/hari dilakukan ketika pengobatan transdermal yang digunakan, sedangkan merek estrogen Menostar memiliki dosis terendah dengan dosis harian yang diperlukan hanya 0,014 mg/hari. Karena masalah pengambilan keputusan relatif tergantung secara individual, daripada mempertimbangkan kelompok umur dan kasus-kasus terkait.

Disarankan agar tiap-tiap individu perlu melakukan evaluasi terhadap riwayat kesehatannya terlebih dahulu, hal ini untuk menghasilkan rujukan pengobatan estrogen yang paling tepat dan pengobatan lainnya yang diperlukan. Selain itu, faktor lain juga perlu dipertimbangkan dalam perencanaan terapi estrogen bagi tiap-tiap kasus individu.

Bagian lain dari studi yang dilakukan oleh sekelompok orang terkait tentang dosis estrogen yang terlalu banyak, menunjukkan berbagai efek negatif pada tubuh yang akan muncul dalam waktu jangka pendek dan jangka panjang.

Dampak negatif untuk over dosis jangka pendek adalah:

  • Payudara nyeri
  • Perdarahan vagina atau spotting
  • Membesarnya Fibroid
  • Migrain dan sakit kepala
  • Nyeri abdomen dan Kembung
  • Mual
  • Kulit ruam
  • Kenaikan Trigliserida
  • Penyakit Arteri Koroner
  • Tromboflebitis

Pertanyaan lain yang muncul sepanjang pertanyaan-pertanyaan tentang asupan estrogen yang terlalu banyak. Apakah wanita yang sudah mengambil terapi selama beberapa waktu sebelumnya, dikenai dosis harian yang sama dengan wanita yang baru-baru saja memulai terapi?

Meskipun "Women’s Health Initiative" tidak ikut campur tangan mengenai hal ini, hasil observasi menunjukkan bahwa mengonsumsi estrogen selama beberapa waktu saat mulai tahap menopause terbukti memiliki beberapa manfaat kesehatan.

Manfaat itu diantaranya adalah:

  • Menurunkan risiko patah tulang pinggul
  • Menurunkan kasus serangan jantung

Sedangkan dampak negatif untuk over dosis jangka panjang adalah:

  • Batu ginjal
  • Kanker Payudara
  • Kanker endometrium

Intinya adalah, sesuatu yang terlalu banyak adalah buruk bagi kesejahteraan seseorang, bahkan jika kita berbicara tentang senyawa dengan manfaat kesehatan dan keajaiban yang sangat besar seperti dalam kasus estrogen ini.

Olahraga dan kesehatan