Pengobatan Eksim dan Penggunaan Sinar UV

EksimAda bentuk pengobatan eksim yang tidak memerlukan pasien penderita penyakit kulit mengkonsumsi obat. Pengobatan ini disebut fototerapi atau terapi cahaya - pengobatan untuk kondisi kulit tertentu menggunakan panjang gelombang cahaya buatan dari spektrum ultraviolet matahari.

Fototerapi melibatkan penggunaan

dua jenis sinar ultra violet: UVA dan UVB. Kadang-kadang hanya satu jenis sinar UV yang digunakan; di lain waktu, kombinasi keduanya yang digunakan, tentu saja tergantung pada rekomendasi dari dokter spesialis. Hal ini diresepkan oleh beberapa dokter untuk pasien penderita eksim, terutama dermatitis atopik dan dermatitis kontak. Jadi, kapan dokter menyarankan pasien untuk menjalani fototerapi? Ketika eksim tersebar luas dan tidak merespon obat yang diaplikasikan ke daerah yang terkena.

 

Berapa lama perawatan berlangsung sebelum hasil yang signifikan terlihat?

Pengobatan oleh paparan sinar UVB dianggap bentuk fototerapi yang lebih aman. Disarankan bagi penderita eksim untuk menjalani perawatan 3-5 kali per minggu. Jumlah cahaya UVB digunakan secara bertahap dan meningkat tergantung pada respon terhadapat penyakit dan jenis kulit pasien. Biasanya, sebuah peningkatan nyata pada kulit yang terkena terlihat dalam waktu 1-3 bulan terapi.

 

Apakah ada efek samping ketika saya menjalani perawatan ini?

Lampu UV yang digunakan dalam fototerapi, meskipun buatan, masih mirip seperti yang dipancarkan oleh matahari. Itulah sebabnya paparan semacam cahaya ini harus hati-hati dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis untuk mencegah kulit terbakar dan efek potensial lainnya pada tubuh. Apa saja potensi efek sampingnya? Salah satunya adalah kemungkinan perkembangan katarak - suatu kondisi yang melibatkan kaburnya lensa yang biasanya bening pada mata. Selama sesi fototerapi, mata pasien dilindungi oleh kacamata khusus untuk mencegah sinar UV mrusak mata dan penglihatan.

Penuaan dini pada kulit juga merupakan efek samping potensial lain dari fototerapi, walaupun terbatas hanya untuk perawatan yang berkepanjangan. Namun, dosis paparan sinar UV yang diberikan pada pasien, dikontrol oleh dokter spesialis, sehingga setiap kerusakan kulit yang mungkin timbul ditekan hingga minimum secara signifikan.

 

Bukankah paparan sinar UV menyebabkan kanker kulit?

Kita semua tahu bahwa lamanya paparan sinar matahari langsung, bisa menyebabkan kanker kulit. Sinar matahari memiliki cahaya UV, fototerapi menggunakan jenis cahaya yang sama seperti yang dipancarkan oleh matahari. Ya, ini memang benar. Tapi sekali lagi, fototerapi dikendalikan dan dikelola oleh spesialis, dan setiap sesi fototerapi tidak menerapkan berjam-jam pajanan sinar UV. Biasanya, pengobatan pertama hanya membutuhkan waktu beberapa detik hingga beberapa menit di setiap sisi tubuh saat sesi perawatan berlangsung. Tentu saja, semua tergantung pada apa yang dianggap tepat oleh spesialis.

 

Bagaimana sinar UV membantu meringankan gejala eksim?

Anda mungkin telah mendengar sebelumnya bahwa beberapa ahli kulit benar-benar merekomendasikan pasien mereka yang menderita kondisi kulit seperti jerawat dan psoriasis agar kulit mereka sering terpajang sinar matahari. Jadi apakah yang ada di dalam sinar matahari yang membuatnya bermanfaat untuk kondisi kulit seperti itu? Ya, sinar UV.

Sinar UV membunuh sel T pada kulit yang terpapar, mengakibatkan pengurangan kemerahan dan memperlambat produksi sel kulit yang menyebabkan kerak. Karena efek yang sama, fototerapi dianggap sebagai pengobatan eksim yang efektif, ketika metode pengobatan lain gagal untuk menghasilkan hasil yang positif.