Diare Berdarah dan Implikasinya

Diare Berdarah dan Implikasinyaondisi medis yang paling umum kedua di samping gangguan pilek adalah diare, jadi merupakan hal yang biasa, jika beberapa orang terkena diare. Seringkali kondisi ini akan hilang setelah dua atau tiga hari , dan bisa diobati sendiri di rumah. Jika Anda menderita diare berdarah, itu merupakan kondisi yang serius. Pada saat Anda melihat ada darah dalam

tinja Anda, segera periksakanlah hal tersebut ke dokter.

Hal berikut adalah deskripsi singkat tentang penyebab diare berdarah.

Ulkus Peptikum / Tukak Lambung.

Salah satu kemungkinan penyebab diare berdarah adalah ulkus peptikum, yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan gastritis kronis. Jenis dari ulkus ini menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahankan dan dapat ditemukan pada saluran pencernaan. Penderita ulkus peptikum memiliki gejala sebagai berikut :

  • diare berdarah
  • sakit perut
  • mual
  • penurunan berat badan.

Kondisi ini sangat rawan karena dapat menyebabkan peritonitis (radang selaput rongga perut) mematikan jika tidak ditangani dengan baik. Untuk kasus yang lebih ringan, dokter akan meresepkan antibiotik dan antasida.

Pen

Penyakit autoimmune ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh membengkak ketika menyerang saluran pencernaan. Penyakit ini umumnya menyerang usus kecil dan usus besar tetapi penyakit ini bisa juga timbul di setiap bagian dari saluran pencernaan. Gejala penyakit ini adalah diare berdarah yang parah, kram perut, demam dan penurunan berat badan. Meskipun penyebab pasti dari penyakit ini tidak diketahui secara pasti, namun faktor-faktor seperti genetic makeup, merokok, dan paparan lingkungan industri dianggap berkontribusi terhadap munculnya penyakit Crohn.

Kanker Kolorektal.

Diare berdarah adalah gejala dari jenis kanker yang ganas ini, mengingat kanker ini merupakan peringkat ketiga dari kanker yang paling sering terjadi. Setiap tahun sekitar 640 ribu orang meninggal akibat kanker ini, itulah sebabnya mengapa hal ini penting untuk diperiksakan ke dokter terutama jika hal tersebut masih dalam tahap awal.

Colonoscopy adalah metode utama untuk mengetahui apakah ada tumor di usus besar, rektum(dubur), dan usus buntu. Selain adanya darah di tinja, seseorang yang memiliki kanker jenis ini akan mengalami rasa lelah yang berkelanjutan, sembelit, sakit perut dan penurunan berat badan. Menurut Universitas Michigan, kanker kolorektal menghasilkan 'darah samar' (occult blood) dalam tinja. Darah samar tersebut tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan beberapa tes khusus dibutuhkan untuk mengetahui adanya darah dalam tinja.

Sebelum Anda panik, penyebab yang dijelaskan di atas adalah kemungkinan penyebab diare berdarah terburuk. Mungkin saja  Anda hanya menderita wasir yang menimbulkan tinja berdarah.

Olahraga dan kesehatan