Hubungan antara Diabetes, Serangan Jantung dan Stroke

Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh kekurangan insulin atau tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk memecah glukosa yang tertelan ke dalam sel. Sebagai hasilnya, glukosa akan tetap di dalam darah dan menghancurkan vesel darah. Komposisi glukosa yang tinggi dalam darah disebut dengan hiperglikemia dan sering sebagai suatu penanda untuk serangan jantung atau stroke.

Orang yang menderita diabetes memiliki risiko dua kali lebih besar terkena serangan jantung dan stroke daripada orang-orang yang tidak menderita diabetes.

 

Selain diabetes itu sendiri yang menjadi faktor risiko akan serangan jantung dan stroke, ada faktor-faktor risiko lainnya yang membuat orang-orang penderita diabetes harus sadar untuk mengurangi faktor risiko akan serangan jantung dan stroke. Hal ini juga termasuk obesitas sentral. Penelitian yang dilakukan oleh America Hearth Association telah mengindikasi bahwa orang-orang yang mengalami obesitas berisiko terkena serangan jantung, karena lelebihan berat badan di sekitar pinggang meningkatkan risiko tersebut.

Hal ini diyakini karena faktanya bahwa lemak perut meningkatkan kolesterol jahat melebihi lemak apapun di daerah lain dari tubuh.

Berbicara tentang kolesterol, orang-orang dengan diabetes harus dengan ekstra hati-hati mengawasi kadar kolesterolnya, karena vesel darah telah melemah oleh glukosa yang berlebihan di tingkat darah, penderita diabetes harus sangat berhati-hati dengan tingkat kolesterol di arteri yang dapat memblok lebih mudah daripada orang yang tidak menderita diabetes. Pengawasan kolesterol menjadi penting bagi siapa saja, namun lebih penting bagi penderita diabetes.

Hipertensi juga merupakan suatu kondisi yang berbahaya untuk penderita diabetes dan dapat menyebabkan juga serangan jantung dan stroke. Vesel darah yang rusak bekerja keras untuk memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh Anda yang dapat menyebabkan kerusakan jantung, stroke, bahkan masalah mata.

Jelasnya, penderita diabetes tidak hanya harus ekstra hati-hati dalam mengawasi penyakit, tetapi juga harus hati-hati dengan kompilkasi yang dapat muncul karena diabetes. Meskipun penting bagi semua orang untuk memeriksa tekanan darah, kolesterol dan menjaga berat ideal tubuh, hal - hal ini lebih penting lagi bagi penderita diabetes.

Dalam rangka mengurangi risiko terhadap serangan jantung dan stroke oleh penderita diabetes, hal yang paling penting adalah mengatur pola makan untuk penyakit ini.

Dengan makan makanan utama yang direkomendasikan oleh orang-orang yang mempunyai kondisi ini, berolahraga dan melakukan meditasi, mengatur tingkat gula normal, Anda akan dapat menghentikan masalah ini sebelum semuanya terjadi.

Dengan berusaha untuk belajar  tentang cara mengatur makanan sesuai dengan instruksi dokter, Anda dapat memiliki umur panjang meskipun dengan diabetes. Pengetahuan dan tanggap menghadapi situasi adalah kuncinya. Penderita yang menolak untuk mengikuti saran dokter, lebih menyukai makan sembarangan, tidak berolahraga dan berpura-pura bahwa penyakit ini tidak ada, akan membuat penderita mempunyai risiko tinggi akan penyakit ini.

Diabetes tipe II sudah mencapai proporsi epidemi di Amerika Serikat. Penyakit tersebut tidak harus menjadi pembunuh. Orang-orang yang mengikuti aturan, belajar mencari tahu tentang penyakit ini dan mengikuti aturan dokter, memiliki kesempatan bagus untuk mengurangi risiko dengan banyak komplikasi yang terkait dengan penyakit ini.

Meskipun ada hubungannya antara diabetes, serangan jantung dan stroke, bagi penderita yang menjaga kesehatan dapat terhindar oleh kondisi-kondisi seperti ini.

 

Olahraga dan kesehatan