Diabetes dan Penyakit Jantung

Glucometer cap=D]iabetes dan penyakit jantung saling bertautan. Penderita diabetes memiliki risiko lebih besar untuk terkena serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke. Orang yang menderita diabetes seringkali memiliki kadar gula darah yang jauh lebih tinggi sehingga dapat menyebabkan kerusakan berbagai bagian organ tubuh, termasuk pembuluh darah. Berbagai masalah vaskuler akibat diabetes dapat mencakup

sirkulasi darah yang buruk ke kaki, sayangnya masalah ini dapat tidak terdeteksi dan dapat terjadi lebih awal dalam kehidupan.

Risiko terkena diabetes dan penyakit jantung dapat terjadi sebelum usia tiga puluh tahun. Dua jenis diabetes yang paling umum adalah tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1, yang disebut juga diabetes melitus insulin-dependen, merupakan penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel pankreas yang memproduksi insulin, sehingga menyebabkan jumlah insulin yang rendah atau tidak ada insulin sama sekali. Diabetes tipe 2, yaitu diabetes melitus non insulin-dependent, merupakan hasil dari ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau bahkan tidak ada insulin sama sekali.

Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) merekomendasikan diagnosis, perawatan dan manajemen dini terhadap faktor risiko.

Penderita diabetes dan penyakit jantung akan mengalami perubahan di pembuluh darah dimana lapisan dari pembuluh darah menjadi lebih tebal sehingga lebih sulit bagi aliran darah untuk melaluinya. Pembuluh darah di bagian lain dari tubuh juga bisa rusak akibat diabetes, yang kemudian menyebabkan masalah ginjal, mata, dan sirkulasi darah yang buruk ke kaki.

Tingkat penderita diabetes dan penyakit jantung pada orang dewasa adalah dua sampai empat kali lebih tinggi dibandingkan pada orang dewasa tanpa diabetes. Risiko stroke juga dua sampai empat kali lebih tinggi bagi orang diabetes. Tujuh puluh tiga persen dari orang dewasa dengan diabetes juga memiliki tekanan darah yang tinggi dan mendapatkan serangan jantung pada usia lebih dini.

Gejala yang paling umum dari penyakit jantung termasuk diantaranya nyeri dada, sesak napas, denyut jantung tidak teratur, dan pergelangan kaki yang bengkak. Namun demikian, setiap orang dapat mengalami gejala-gejala yang berbeda. Gejala-gejala ini mungkin juga mirip seperti kondisi masalah medis lainnya, karenanya selalu dianjurkan mencari bantuan dokter untuk mendiagnosisnya.

Penyakit jantung juga masih dapat terjadi pada orang yang merawat dirinya dengan baik. Dokter akan menentukan jenis perawatan khusus bagi penyakit jantung berdasarkan usia, riwayat medis dan kesehatan secara keseluruhan dari orang tersebut. Hal ini juga didasarkan pada sejauh mana penyakit dan toleransinya terhadap medikasi spesifik, prosedur atau terapi-terapinya.

Ketika faktor risiko bagi orang dengan diabetes dieliminasi atau dikurangi, risiko untuk terserang penyakit jantung juga dapat dikurangi. Menjaga kesehatan dan mengendalikan gula darah seringkali dapat memperlambat atau bahkan menghindarkan dari terjadinya komplikasi diabetes dan penyakit jantung.

Olahraga dan kesehatan