Mengenali Gejala Depresi

Mengenali Gejala Depresiulan Mei merupakan saat di mana Mental Health Awareness diperingati. Kita wajib menaruh perhatian besar terhadap masalah mental untuk memastikan bahwa kita telah menjaga dan merawat mentalitas kita, seperti halnya kita merawat tubuh kita secara fisik. Baru-baru ini dunia medis akhirnya mengakui betapa pentingnya memiliki mental yang sehat dalam memelihara dan mempertahankan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Hasil penelitian yang telah diadakan mengarah pada suatu kesimpulan bahwa stres tingkat tinggi dapat membawa dampak merugikan pada kesehatan seseorang, dan

di lain pihak stigma terhadap penyakit sakit mental agak sedikit berkurang. Namun kebanyakan orang masih memiliki informasi yang minim terhadap masalah kesehatan mental sehingga seolah mengecilkan kewaspadaan akan gejala-gejala stres yang berpotensi memiliki efek serius dan dapat menyebar luas. Depresi merupakan penyakit mental serius yang menyerang 15 juta penduduk dewasa Amerika Serikat setiap tahunnya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mungkin sedang mengalami tanda-tanda terkena depresi, sangat penting untuk waspada terhadap tanda-tanda tersebut agar Anda dapat segera mencari pertolongan untuk diri sendiri atau kawan Anda tersebut.

Gejala depresi dapat berupa munculnya perasaan sedih dan merasa diri tidak berguna, insomnia atau malah terlalu banyak tidur, nafsu makan berkurang atau bahkan nafsu makan berlebihan, kelelahan, bermasalah dengan konsentrasi dan daya ingat, berkurangnya gairah seks, kehilangan ketertarikan untuk beraktivitas, menangis dalam doa, berpikir untuk bunuh diri, dan beberapa gejala fisik seperti sakit punggung dan sakit kepala. Gejala-gejala depresi ini dapat menunjukan mana depresi yang hanya bersifat sementara dan mana yang merupakan kondisi mental yang lebih parah. Mengalami gejala depresi setelah peristiwa traumatis merupakan hal yang normal. Peristiwa-peristiwa yang membuat trauma tersebut contohnya yaitu kematian seseorang yang disayangi, putus cinta, ataupun perceraian. Namun pada kasus yang lain, depresi dapat terjadi berkelanjutan dan harus ditangani melalui pengobatan dan perawatan dari para ahli atau professional di bidang kesehatan mental.

Perawatan untuk gejala depresi biasanya berupa mengonsumsi obat-obatan tertentu, terapi dan konseling, atau merupakan kombinasi dari kesemuanya. Efektivitas metode perawatan akan tergantung pada pasien, jadi sulit untuk mengatakan mana yang paling baik digunakan. Bantuan dari orang-orang di luar dokter atau para professional juga diperlukan, misalnya dari orang-orang terdekat. Memberikan dukungan terhadap pasien merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Gejala depresi yang dialami oleh pasien terkadang dapat dikurangi jika mereka memiliki seseorang yang mau menyediakan waktunya untuk diajak berbicara atau memberikan bahunya ketika si pasien ingin menangis.

Jika Anda merasa diri Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tanda-tanda depresi, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan. Ketika seorang kawan mengalaminya, dekatilah mereka dan jangan malah menjauhi. Jika kondisi memburuk, Anda dapat menghubungi layanan telepon nasional 24 jam yang khusus menangani pencegahan kasus bunuh diri. Anda juga dapat berbicara dengan konselor dan orang dewasa yang Anda percayai. Bahkan jika Anda tidak yakin 100% mengalami gejala depresi atau tidak, lakukanlah pencarian info dan pertolongan dengan hanya mengandalkan insting terdalam Anda akan gejala-gejala yang Anda curigai merupakan bentuk depresi. Jangan takut untuk mendekati seseorang yang Anda pikir sedang bergumul dengan masalah depresi. Tidak akan ada seorangpun yang marah karena Anda menunjukan kepedulian terhadapnya. Sangatlah penting untuk waspada akan efek dari depresi pada kesehatan. Oleh karena itu, kita wajib segera mencari pertolongan jika kita merasa membutuhkannya.

Olahraga dan kesehatan