Depresi Bipolar

Depresi Bipolar cap=D]epresi Bipolar adalah satu dari berbagai macam gangguan Bipolar. Perbedaan karakteristik pada gangguan Bipolar, seperti yang telah dibandingkan dengan depresi utama, bisa terjadi setidaknya satu episode. Dan, hal ini dianggap menjadi kondisi kronik karena para penderita yang mengalami episode ini bisa mengalami episode tambahan pada waktu yang akan datang.

Depresi Bipolar biasanya bermula pada remaja atau anak-anak. Penelitian menemukan bahwa penyakit ini mempunyai

komponen genetika. Kira-kira 80-90% dari mereka yang mengalami depresi Bipolar, keluarga mereka juga mengalami sejarah depresi. Walaupun penelitian yang sedang berjalan ini menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara penyakit ini dengan genetika, tetapi hubungan antara depresi dan rasa sakit belum diidentifikasi.

Yang menarik, orang-orang yang mengalami gangguan Bipolar atau depresi Bipolar tidak memperlihatkan rasa sakit tetapi sebenarnya telah dirasakan oleh keluarga yang dapat membantu mendiagnosa, mengobati dan mengulang mekanismenya.

Lebih dari 2 juta warga Amerika mengalami rasa sakit pada depresi, yang telah diketahui sebagai gangguan Bipolar atau depresi Bipolar. Seperti gangguan serius yang lainnya, depresi Bipolar menyebabkan masalah untuk keluarga, teman, pekerja, dan pasangan. Tanpa pengobatan, orang-orang yang menderita depresi Bipolar biasanya kehilangan perkawinannya, perkerjaan, dan mengonsumsi alkohol juga masalah penyalahgunaan obat-obatan. Beberapa usaha untuk bunuh diri setelah penyakit kronik.

Episode yang merupakan tanda gangguan bipolar, diakui oleh elevasi yang tidak normal, perluasan atau iritasi suasana pikiran yang tidak berhubungan dengan penyalahgunaan zat-zat terlarang ataupun kondisi pengobatan. Suasana pikiran ini akan berakhir paling tidak 3 minggu. Hal ini mungkin bisa membantu menggambarkan gangguan bipolar sebagai suasana pikiran dalam satu kesatuan. Gambaran akhirnya adalah depresi parah, kemudian depresi sedang, berlanjut dengan depresi yang lebih tinggi untuk gangguan suasana hati singkat yang disebut 'the blues'. Titik tumpuannya merupakan suasanan hati yang normal. Ketika suasanan hati berubah ke akhir titik tumpu, pasien dan keluarga akan mengalami hipomania (jenis mania ringan) dan kemudian mania.

Pasien dan penderita tidak mengalami perubahan suasanan hati diantara rangkaian penyakit ini dengan setiap episode tetapi malah akan terjadi pengulangan episode dari depresi dan hanya episode tertentu dari hipomania yang menyebabkan manik. Pada penyakit mania ekstrim  yang lain bisa menjadi masalah utama pada depresi. Kebanyakan pasien tidak berubah dari depresi parah melalui mania dan akan kembali lagi.

Terdapat ciri khusus yang terlihat pada episode depresi dan episode mania yang dapat dilihat oleh keluarga dan teman. Selama depresi Bipolar, pasien akan terlihat sedih, gelisah atau merasa kosong. Mereka mengeluhkan perasaan yang tidak dapat tertolong, bersalah atau tidak berguna. Anda akan memperhatikan mereka kehilangan ketertarikannya pada aktifitas sehari-hari dan mengalami penurunan tingkat energi. Para penderita akan mengalami gangguan tidur, kehilangan nafsu makan, dan kemungkinan mempunyai pikiran tentang kematian.

Selama fase manik dari episode gangguan Bipolar, para penderita akan menjadi berkharisma, terlihat buruk dan peningkatan nafsu birahi. Mereka mungkin menjadi bersifat provokatif dan berperilaku buruk, mempunyai kepercayaan yang tidak realistis pada kemampuan mereka, penurunan waktu tidur, dan peningkatan risiko yang didapatkan. Beberapa penderita juga mengeluh mempunyai iritasi ekstrim, distrakbilitas atau peningkatan energi.

Pengobatan depresi Bipolar fokus pada masalah penentuan kehidupan yang berkembang karena episode manik dan konseling psikologi akan membantu para penderita menyadari permulaan episode manik sehingga mereka mampu mengambil tindakan perbaikan. Konseling psikologi dan dukungan dari orang-orang disekitarnya sangat diperlukan untuk membantu para penderita mengerti dan menerima bahwa mereka mempunyai masalah yang akan berpengaruh pada kehidupan mereka. Seseorang yang didiagnosa gangguan Bipolar sebaiknya mempunyai  perhatian dari psikolog dan psikiater. Psikolog memberikan dukungan untuk para pasien, keluarga juga pengetahuan dan latihan kemampuan sementara psikiater akan memonitor gejala-gejala dan mengatur pengobatan yang biasanya penting untuk mengontrol gangguan tersebut.

Hampir semua orang dengan gangguan Bipolar atau depresi Bipolarnya dapat ditolong. Walaupun mereka dengan keadaan yang paling parah sekalipun dapat merespon perawatan dan pengobatan untuk menstabilkan perubahan suasana hati mereka. Dokter mungkin menggunakan Litium untuk mengontrol mania dan episode depresi atau kombinasinya, bahwa dengan pengobatan antikonvulsan. Dokter yang lain dapat menggunakan kelas SSRI obat antidepresi pada rangkaian dengan Litium. Obat anti gila dan Seroquel juga telah disetujui untuk penggunaan pada gangguan Bipolar atau depresi Bipolar. Asosiasi Diabetes di Amerika memperingatkan bahwa mereka yang mengonsumsi obat anti gila atau Seroquel akan meningkatkan resiko kegemukan, tekanan darah tinggi dan diabetes, itulah mengapa para dokter menyarankan screening berkala.

Dengan diagnosa dan pengobatan yang tepat, mereka yang menderita depresi Bipolar dapat hidup tanpa depresi yang berat atau kehidupan yang mengubah mania. Dengan psikoterapi, pengobatan dan perhatian dari keluarga dan teman, para penderita biasanya mampu mempertahankan pernikahan dan pekerjaan tetap mereka.

Olahraga dan kesehatan