Demam Berdarah di Indonesia

Demam Berdarah di IndonesiaSalah satu penyakit yang paling ditakuti di daerah tropis dan subtropis adalah demam berdarah. Termasuk Indonesia, di mana sangat cukup berisiko terkena penyakit menular.

Apa yang membuat Indonesia menjadi tempat yang paling umum terkena Demam Berdarah?

Hampir seluruh iklim di Indonesia adalah subtropis, yang merupakan iklim yang bisa

membuat demam berdarah tumbuh dengan subur. Menariknya, suhu atau tekanan udara tidak digunakan untuk membedakan cuaca-cuaca di berbagai daerah di Indonesia, sebaliknya yang membedakannya adalah curah hujan. Dengan demikian, hampir seluruh Indonesia cukup rentan terhadap penyakit Demam Berdarah yang menular.

Meskipun demikian, iklim Indonesia bukanlah satu-satunya faktor yang membuat masalah demam berdarah. Faktor lain ikut berkontribusi ialah kepadatan penduduk yang tinggi dan luas wilayah yang besar. Kedua faktor ini membuat sangat sulit (dan hampir mustahil) untuk memusnahkan tempat berkembangbiaknya nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Seperti apa sejarah demam berdarah di Indonesia?

Kasus demam berdarah di Indonesia pertama kali terjadi pada tahun 1968. Ini terjadi di berbagai kota, termasuk Jakarta. Selama wabah pertama, lebih dari 50 kasus demam berdarah dilaporkan di Indonesia. Dan di antara kasus-kasus itu, lebih dari 50% korban meninggal akibat penyakit ini. Sekarang Indonesia memiliki kasus demam berdarah tahunan lebih dari negara-negara lain di Asia Tenggara. Seberapa serius masalahnya? Pada tahun 2010 saja, lebih dari 150.000 orang tertular, sementara lebih dari 1.400 dari mereka meninggal dunia.

Seberapa seriuskah demam berdarah di Indonesia?

Karena lokasinya, Indonesia telah mengalami wabah demam berdarah selama beberapa sejarahnya. Sebagai contoh, pada tahun 2009 wabah ini telah menginfeksi lebih dari 700 orang dalam dua bulan tahun pertama. Karena lokasi Indonesia yang menjadi penyebab utama, Indonesia akan terus mengalami wabah demam berdarah sampai vaksin sudah ditemukan.

Seberapa seriuskah demam berdarah di seluruh dunia?

Menurut berbagai penelitian, sekitar 40% dari populasi dunia berada pada risiko tertular penyakit menular. Bahkan, selama beberapa dekade terakhir jumlah kasus demam berdarah di dunia telah meningkat secara signifikan. Di seluruh dunia, sebuah perhitungan mentotal sekitar 51 juta terinfeksi oleh penyakit ini, sementara lebih dari 20.000 meninggal karenanya. Angka-angka ini cukup mengejutkan dan menyoroti pentingnya mengembangkan vaksin secepat mungkin. Saat ini bukan hanya nyamuk yang harus disalahkan untuk tingkat keparahan wabah demam berdarah. Manusia juga perlu menyalahkan diri sendiri. Lebih khususnya, menurut PBB pemanasan global juga ikut meningkatkan risiko terjangkitnya wabah demam berdarah di seluruh dunia. Hal ini berdasarkan faktor seperti meningkatnya temperatur, kelembaban dan curah hujan tinggi. Faktor ini menciptakan banyak tanah yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah. Pada kenyataannya, penelitian menunjukkan bahwa pemanasan global benar-benar bisa membuat 400 juta lebih jiwa berisiko tertular penyakit ini. Sementara kemiskinan dan lingkungan yang tidak sehat memungkinkan orang terkena demam berdarah, pemanasan global akan semakin membuat risiko terkena penyakit ini lebih besar secara eksponensial.

Apakah maksud dari status Indonesia "berperang" dengan demam berdarah?

Selama empat dekade lalu, Indonesia pertama kali menyatakan "berperang" melawan penyakit. Sejak saat itu, negara ini telah banyak berinvestasi dalam memerangi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, dan telah mendedikasikan diri untuk mengembangkan obat penyakit ini. Pada saat ini tampaknya demam berdarah adalah pemenang dari perang dengan manusia. Salah satu isu yang paling bermasalah adalah bahwa ada empat jenis virus pembawa demam berdarah. Jadi vaksin yang bagus harus efektif untuk keempat virus pembawa ini. Situasi ini sudah membuat pusing kepala bagi para peneliti, karena mereka berusaha untuk menciptakan vaksin yang efektif untuk 100% kasus demam berdarah.

Apa berita terbaru tentang pencarian vaksin demam berdarah?

Saat ini lima negara Asia (termasuk Indonesia) yang berpartisipasi dalam percobaan klinis yang akan berlangsung setengah dekade, membantu menguji vaksin khusus untuk demam berdarah. Tahap pertama dari uji klinis telah menjanjikan, meskipun tidak ada jaminan bahwa vaksin itu akan terbukti 100% aman dan efektif. Namun, ada harapan bahwa vaksin telah dicoba secara klinis (atau vaksin alin bisa dibuat kemudian) bisa menjadi jawaban untuk memecahkan masalah yang mempengaruhi orang di seluruh dunia yang tinggal di daerah tropis atau sub-tropis.

Olahraga dan kesehatan