Cerebral Palsy dan Pendidikan

Cerebral palsy merupakan kondisi yang sulit, tidak hanya karena berbagai komplikasi atau masalah yang terkait dengan kondisi, tetapi juga terkait dengan tantangan pembelajaran sosial. Karena cerebral palsy merupakan kondisi dan masalah-masalah pokok yang ada sejak usia dini, maka anak-anak perlu menjalani jenis proses pembelajaran yang agak berbeda, paling tidak dididik dengan dunia dimana mereka tinggal. Hidup di lingkungan yang terlindung mungkin bukan selalu menjadi solusi terbaik. Sedang pendidikan yang tepat sama pentingnya dengan pengobatan medis yang tepat.


Anak-anak dengan cerebral palsy ditantang dengan berbagai masalah dan cacat kondisi yang mereka miliki. Aktivitas normal seperti berpikir, belajar dan bahkan mengingat tidak diperoleh dengan cara normal, seperti yang anak-anak sehat alami. Ada ahli-ahli yang bisa mengajarkan teknik dan pendekatan yang tepat kepada orang tua dalam mendidik anak-anak terdiagnosis cerebral palsy.

Pertama, para ahli ini akan mengidentifikasi cacat khusus yang telah ada pada kondisi mereka.

Bahkan jika seorang anak memiliki kecerdasan di atas rata-rata, namun karena masalah terkait gerakan otot misalnya dapat menjadi halangan bagi pendidikannya. Setelah menentukan jenis masalah yang anak-anak ini hadapi, strategi yang tepat kemudian dapat digunakan untuk mendidik mereka. Intervensi awal dan persiapan khusus sebelum sekolah serta sistem pemantauan dapat digunakan untuk memantau kemajuan belajar pasien.

Kita hanya bisa menekankan pentingnya penilaian individu pasien : setiap pasien adalah unik. Tingkat gangguan tersebut mempengaruhi bagaimana dan jenis terapi apa yang anak perlukan. Karena itu, orang tua adalah orang pertama yang perlu memahami dan mengatasi kondisi anak mereka. Tetapi orang tua tidak seharusnya mencoba untuk mendidik anak-anak sendirian. Dibutuhkan kelompok pendukung yang baik, baik dari komunitas medis maupun kelompok terapis fisik atau guru pendidikan khusus lainnya, yang dapat membantu pasien dengan cerebral palsy belajar sesuatu dengan lebih baik.

Mengapa keberadaan kelompok dukungan ini penting bagi pendidikan anak dengan cerebral palsy? Karena masing-masing individu disana adalah ahli di bidang masing-masing, dan mereka akan mengetahui pendekatan yang tepat untuk diambil. Terapis fisik misalnya membantu dalam mengembangkan keterampilan motorik sederhana.

Cerebral palsy bahkan dapat mempengaruhi keterampilan motorik tubuh yang paling dasar. Berjalan, duduk atau bahkan hanya berdiri, bagi mereka bisa jadi sangat menakutkan, sehingga menambahkan tantangan lain seperti belajar dan pendidikan adalah terlalu berlebihan.

Ada pasien yang akan membutuhkan terapis bicara untuk membantu mengembangkan bicara anak sebagaimana mereka mampu mendengar. Karena cacat yang ada, pasien dengan cerebral palsy membutuhkan perawatan dengan pendidik khusus karena memiliki kesabaran, dedikasi dan pola pikir yang benar dalam mengajar anak-anak dengan penyandang cacat ini.

Kadang-kadang kondisi yang ada tidak separah keadaan yang mengharuskan para orangtua sampai tidak menyekolahkan anak mereka di sekolah normal. Faktanya, bersekolah di sekolah normal telah terbukti bermanfaat untuk pasien dengan cerebral palsy. Pasien cacat mungkin kemampuannya terbatas, tetapi tidak berarti bahwa menunda pendidikan mereka adalah keputusan yang tepat.

Mendaftarkan mereka atau mengajari mereka pendidikan yang tepat juga membantu secara emosional. Ini dikarenakan banyak murid di sekolah biasanya cenderung menjauhi teman-teman sekolahnya yang terlihat berbeda.

Cerebral palsy dan pendidikan harusnya bisa beriringan. Keduanya diperlukan, terutama untuk mengajar anak-anak dengan cerebral palsy.