Tentang kesehatan

Beberapa Resiko Penyebab Cerebral Palsy

Ilmu pengetahuan medis telah memutuskan bahwa cerebral palsy bukanlah sebuah penyakit. Ini adalah suatu kondisi yang berkembang didalam rahim ibu selama kehamilan. Ini adalah suatu kondisi dimana bayi lahir dengan beberapa kerusakan pada otak karena berbagai alasan, yang pada akhirnya menyebabkan masalah pada gerakan tubuh dan koordinasi otot. Cerebral palsy bukanlah merupakan kondisi yang progresif, tidak seperti beberapa kondisi neurologis lainnya atau penyakit.


Walaupun kondisi tersebut tidak bertambah buruk dari waktu ke waktu, namun kecacatan dan masalah-masalah lain yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut dapat memburuk seiring dengan bertambahnya usia dari pasien, seperti otot yang kaku atau kelambanan otot. Dan karena kondisi tersebut tidak dapat disembuhkan, orang-orang mencari tahu segala kemungkinan penyebabnya sehingga ibu hamil dapat diperingatkan lebih awal mengenai hal-hal atau risiko penyebabnya untuk menghindari cerebral palsy.

Menurut pengamatan, bayi yang dilahirkan prematur, memiliki berat lahir relatif rendah, tidak menangis dalam waktu lima menit setelah persalinan dan berada di dalam ventilator selama lebih dari empat minggu sangat berisiko mengalami cerebral palsy. Kerusakan otak atau perdarahan otak adalah kondisi lain yang dapat meningkatkan kemungkinan anak terkena beberapa jenis cerebral palsy. Itulah sebabnya ibu dan anak harus terhindar sepenuhnya dari trauma fisik.

Trauma yang didapatkan dari goncangan yang keras, kecelakaan, atau segala bentuk tindakan fisik lainnya dapat dengan mudah menyebabkan kerusakan pada otak anak yang sangat sensitif. Tapi jangan salah, bukan hanya tindakan fisik saja yang dapat meningkatkan risiko kerusakan otak, namun juga tindakan non-fisik lainnya seperti memakai narkoba dan meminum minuman keras selama masa kehamilan. Narkoba dan minuman keras mengandung zat yang dapat menyebabkan keterbelakangan mental dan cacat lainnya pada otak.

Pada suatu waktu, perbedaan jenis darah Rhesus antara ibu dan anaknya merupakan faktor utama yang menyebabkan cerebral palsy. Apa yang terjadi di sini adalah bahwa ketidakcocokan jenis darah ibu dan anak akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh si ibu menganggap sel-sel darah anaknya sebagai ancaman. Sehingga sistem kekebalan tubuh si ibu terus menyerang sel-sel darah anak selama masa kehamilan dan sel-sel darah anak akan semakin banyak yang rusak, serta kerusakan otak pada anak juga dapat terjadi. Dengan semakin banyaknya penemuan-penemuan baru di bidang ilmu kedokteran, seorang dokter dapat mengetahui faktor Rh yang sangat berbeda pada tahap yang sangat awal sehingga memberikan banyak waktu kepada dokter untuk mengambil tindakan atau perawatan yang diperlukan.

Pada saat ini, faktor yang paling berisiko menimbulkan cerebral palsy adalah kelahiran prematur. Kemungkinan timbulnya cerebral palsy pada bayi berkaitan dengan berat bayi setelah dilahirkan. Risikonya akan meningkat ketika berat bayi merosot. Bayi yang memiliki berat badan kurang dari 1,5 kg memiliki persentase yang lebih tinggi terkena cerebral palsy jika dibandingkan dengan bayi yang beratnya 2 kilogram selama kelahiran.

Jika seorang ibu mengalami kondisi seperti gangguan tiroid, kejang, infeksi dan masalah medis lainnya, kemungkinan besar, bayi yang dilahirkan akan mendapatkan cerebral palsy. Hal yang sama berlaku bagi bayi yang dilahirkan dengan kondisi cacat. Kedua kondisi tersebut bisa menyebabkan masalah pada otak, sumsum tulang belakang, paru-paru, dan bahkan metabolisme tubuh.

Di samping dari berbagai penyebab eksternal yang telah disebutkan diatas, adakalanya gen mengambil peranan dalam keseluruhan proses. Faktor keturunan atau genetika bisa jadi merupakan penyebab timbulnya luka parut pada otak atau kerusakan pada otak.

Terdapat beberapa hal yang perlu dihindari untuk mengurangi risiko dari cerebral palsy. Namun, perlu diingat bahwa kondisi ini disebabkan oleh berbagai macam faktor.

 

Olahraga dan kesehatan