Tentang kesehatan

Clomid untuk Binaraga

Clomid untuk Binaragainaraga merupakan olahraga yang bertujuan merubah otot-otot tubuh menjadi lebih berbentuk dan berstruktur menarik. Seringkali para binaragawan mencari obat atau perawatan yang diharapkan bisa membantu mereka membentuk dan meningkatkan massa otot buatan.

Clomid untuk binaraga merupakan obat yang kadang-kadang digunakan sebagai Post Cycle Theraphy (PCT). Clomid merupakan nama generik untuk Clomiphene citrate, yakni bentuk sintetis dari esterogen. Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui

penggunaan Clomid untuk merangsang ovulasi pada wanita yang memiliki tingkat kesuburan rendah.

Kebanyakan steroid yang biasa digunakan oleh para binaragawan untuk membentuk otot mereka, khususnya androgen, menyebabkan tubuh menghentikan produksi testosteron. Tubuh menerima jumlah testosteron yang tidak normal sehingga harus menghentikan produksi alaminya. Ketika seorang binaragawan menyelesaikan siklus steroid androgenik, maka kadar testosteron alaminya akan mendekati nol.

Yang perlu diperhatikan dari penggunaan Clomid untuk binaraga ialah ketika masuknya steroid androgen, tubuh akan dipaksa berada pada kondisi katabolik disebabkan oleh rendahnya produksi alami testosteron. Secara harafiah, kondisi katabolik ini akan menggunakan jaringan otot yang telah dibentuk oleh steroid anabolik untuk dibakar menjadi nutrisi.

Teori yang berkembang di belakang penggunaan Clomid untuk binaraga ialah bahwa Clomid akan menstimulasi hipotalamus melepaskan hormon gonadotropin. Melalui mekanisme timbal balik ini, hormon akan merangsang testikel mensekresi testosteron. Hal ini akan meningkatkan produksi alami testosteron dalam tubuh, menambah level darah, dan meminimalisir penyusutan otot. Kepercayaan lain mengatakan bahwa Clomid akan memblok inhibisi esterogen untuk mencapai hasil yang serupa.

Clomid pada binaraga tidak menstimulasi pelepasan testosteron alami namun bekerja dalam menurunkan inhibisi esterogen yang disebabkan karena siklus steroid. Sebagian pengguna rutin steroid androgen mendukung penggunaan kecil dari siklus steroid Clomid, namun manfaatnya masih diperdebatkan mengingat jumlah steroid yang digunakan.

Binaragawan pengguna Clomid berusaha menentukan waktu yang tepat untuk memulai penggunaan Clomid, tergantung pada jenis steroid dan lama siklus yang digunakan. Jika Clomid digunakan terlalu awal, maka kemungkinan tidak ada manfaatnya. Namun jika digunakan terlalu lambat juga tidak baik sebab adanya risiko penyusutan otot katabolik.

Penggunaan Clomid saat PCT dengan steroid androgen sangat populer di kalangan komunitas binaragawan. Clomid telah sukses digunakan dan aman terhadap wanita yang ingin memiliki anak. Walaupun penggunaan Clomid mengadung risiko, namun ketika digunakan pada PCT risiko tersebut akan berkurang dan malah akan membantu meminimalisir efek samping yang biasa terjadi pada para binaragawan. Efek samping yang dimaksud ialah efek yang dapat timbul ketika tubuh tidak lagi memiliki testosteron yang dibutuhkan.