Pria dengan Kelebihan Berat Badan Memiliki Jumlah Sperma yang Lebih Sedikit
Berita kesehatan - Berita kesehatan dunia
STOCKHOLM, 4 Juli 2011 (AFP) - Pria dengan kelebihan berat badan atau
obesitas, seperti juga para pasangan wanitanya, memiliki sedikit kesempatan untuk menjadi orang tua, menurut perbandingan kualitas
sperma yang dipresentasikan pada pertemuan fertilitas Eropa pada hari Senin.
Apa yang para dokter jelaskan pada penelitian terbesar dari semua jenis penelitian yang mereka lakukan, dokter melihat pada sampel sperma dari 1.940 pria dan mencocokan dengan berat badan si pendonor.
Penandanya merupakan tingginya nilai Body Mass Index (BMI), suatu pengukuran lemak tubuh pada orang dewasa. Menurut ukuran ini, berat badan normal didefinisikan dengan nilai BMI antara 18,5 - 25; kelebihan berat badan dengan nilai BMI antara 25-30 dan obesitas diatas nilai 30 atau lebih.
Semakin tinggi hitungan dalam kelebihan berat badan, semakin banyak kualitas sperma yang mengalami kemunduran, khususnya diantara orang dengan kategori obesitas, menurut penelitian yang dipresentasikan pada konferensi tahunan yang dilakukan oleh European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) di Stockholm.
"Kelebihan berat badan menyebabkan suatu modifikasi pada karakteristik sperma, kemungkinan sebagai akibat dari gangguan hormonal, yang menghasilkan sedikit jumlah sperma, motalitas dan vitalitas," direktur ilmiah Paul Cohen-Bacrie mengatakan dari Eylau-Unilabs di Paris, yang merupakan bagian dari jaringan laboratorium di 12 negara Eropa yang berbasis di Swiss.
"Hal ini menyebabkan kerugian potensi konsepsi," dikatakannya melalui pembicaraan di telepon.
Riset menemukan bahwa jumlah sperma 10 persen lebih sedikit diantara pria dengan kelebihan berat badan, dan 20 persen diantara pria obesitas, dibandingkan dengan pria yang memiliki berat badan normal.
Persentase pria yang mempunyai jumlah sperma nol, naik hampir 4 kali lipat, 1 persen berasal dari kategori pria dengan berat badan normal, sedangkan 3,8 persen berasal dari pria yang mempunyai kategori obesitas.
Sumber: Agence France-Presse - Terjemahan: DokterMu.com



