Tentang kesehatan

Gejala-Gejala Asma

Gejala-Gejala AsmaAsma adalah keadaan kronis yang mempengaruhi sistem pernafasan dari puluhan ribu orang di seluruh dunia.  Penderita asma seringkali menggambarkan serangan asma seperti kawat besi yang melilit di dada mereka.  Gejala-gejala asma bervariasi, tergantung pada individu penderitanya.  Terdapat gejala-gejala asma yang umum dan ada pula yang lebih individual, berbeda untuk

masing-masing penderita.

Tanda-tanda awal adalah yang dialami sebelum permulaan serangan asma.  Gejala awal asma ini bisa khas untuk tiap orang yang berbeda dan bisa juga ada gejala tersendiri untuk kejadian serangan yang berbeda.  Bebberapa dari tanda awal hanya dapat diketahui oleh penderita, sementara tanda lainnya lebih mungkin didapati oleh orang lain.

Gejala atau tanda awal asma mencakup, tapi tidak terbatas pada, perubahan pernafasan, detak jantung lebih cepat, lingkaran hitam di bawah mata, tren menurun pada nilai puncak aliran nafas, merasa lelah, toleransi yang lemah terhadap olahraga, kepala pusing, hidung berair, perubahan suasana hati, kesedihan, berkeringat, demam, ingin sendiri, gatal di dagu atau tenggorokan.  Para orang tua harus mengevaluasi gejala-gejala awal asma ini jika anak mereka adalah penderita.  Acap kali anak-anak ingin menghindari serangan asma dan percaya bahwa dengan mengabaikan gejala-gejalanya mereka dapat terhindar.

Pada serangan menengah, tanda-tanda yang muncul mencakup nafas berbunyi, batuk, sesak di dada, sukar bernafas, dan nilai puncak aliran yang berada pada kisaran waspada atau bahaya.  Anak-anak mungkin bunyi nafasnya bisa terdengar tanpa stetoskop atau mendekatkan telinga ke dada mereka.

Asma yang parah gejala-gejalanya bisa membahayakan nyawa seseorang.  Ketika tanda-tanda tersebut muncul, penderita harus langsung dibawa ke ruang gawat darurat untuk diobati karena ada bahaya henti nafas dan kematian.  Pada titik ini, asma telah menguras habis tubuh penderita dan menjadikannya tidak mampu menyerap oksigen yang cukup untuk menjalankan fungsi-fungsi tubuh.

Gejala asma yang dkategorikan parah adalah: sulit berbicara atau berkonsentrasi, sukar bernafas bila berjalan, bahu bungkuk, lubang hidung melebar sebagai upaya menyerap udara sebanyak mungkin, warna kulit abu-abu atau biru mulai dari daerah sekitar mulut, dan tanda terakhir sebelum henti nafas adalah mengeluarkan air liur karena penderita berupaya keras untuk bernafas sehingga mereka tidak bisa mengendalikan air liurnya.

Dalam suatu penelitian yang dipublikasikan oleh International Journal of Pediatric Otorhinolaryngology di tahun 2007, para peneliti dari Norwegia menemukan bahwa tanda-tanda asma juga muncul di jalan nafas atas pasien, berbeda dengan gejala yang umum dilaporkan yakni pada pernafasan bawah.  Gejala tersebut antara lain penyumbatan hidung, bernafas melalui mulut, gatal, bersin, dan memburuknya pendengaran.

Pasien dengan asma juga menunjukkan peningkatan rasa mengantuk di siang hari karena adanya komorbiditas dengan sumbatan apnea tidur.  Dalam penelitian yang dipublikasikan di tahun 2006 oleh para peneliti dari Universitas Cincinnati, para peneliti menemukan korelasi yang kuat antara wanita yang mendengkur dan yang memiliki asma dengan atopi.  Orang yang memiliki atopi punya alergi terhadap alergen yang terhirup, ini akan meningkatkan antibodi IgE.  Orang dengan atopi juga memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap eksim.

Mengenali gejala dan tanda asma adalah bagian penting pengelolaan masalah ini.  Para pasien, guru, dan pelatih haruslah mengetahui gejala awal dan peringatan asma sehingga pengobatan dapat dimulai secepat mungkin.  Penilaian yang akurat terhadap situasi sesungguhnya akan membantu untuk menentukan kapan pengobatan harus dimulai, baik ketika Anda berada di rumah, di dokter, maupun di ruang gawat darurat.



 

Olahraga dan kesehatan