Tentang kesehatan

Asma dan Apnea Tidur

jAsma dan Apnea TidurApnea tidur ini merupakan kondisi yang dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Meskipun penderita yang paling sering dijumpai adalah lelaki dewasa, anak-anak dan balita tidaklah terbebas dari ancaman apnea tidur ini. Asma dan apnea tidur ini merupakan gangguan yang aneh yang dapat mengganggu tidur malam Anda. Beberapa studi menunjukkan adanya hubungan antara

kedua kondisi (asma dan apnea tidur) dan berteori bahwa ada penderita asma atau apnea tidur yang tidak menyadari bahwa dia mengidap kedua penyakit ini sekaligus dan bukan salah satunya saja.

Apnea tidur merupakan gangguan pernapasan yang terjadi ketika seseorang sedang tertidur. Apnea tidur ini merupakan berhentinya pernapasan orang tersebut selama beberapa saat (sekitar 10 hingga beberapa detik) dam biasanya hal ini terulang berkali-kali selama orang penderita tertidur. Apabila seorang pengidap apnea tidur ini memiliki anggota keluarga yang tidur dalam satu kamar, biasanya mereka akan berkata bahwa pengidap apnea ini mendengkur, bernapas secara terpatah-patah dan terkadang memiliki respon seperti orang yang terkejut ketika pengidap tertidur.

Gejala-gejala apnea tidur yang lain adalah dengkuran yang keras, obesitas, kurangnya konsentrasi, rasa sakit kepala di pagi hari, rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, sering ke kamar mandi di malam hari, mood yang mudah berubah, birahi yang lemah dan selalu merasa tidak bertenaga.

Apabila apnea tidur tidak segera diatasi, apnea tidur juga bisa menyebabkan gangguan baik secara fisik maupun mental, rasa kantuk di siang hari dan mudah naik pitam. Efek samping jangka panjang yang bisa diderita adalah tekanan darah tinggi dan risiko terserang stroke atau serangan jantung yang lebih tinggi.

Telah terdapat beberapa penelitian yang menghubungkan asma dengan apnea tidur. Penderita asma sepatutnya sadar bahwa penyakit yang diderita oleh mereka dapat menyebabkan peningkatan risiko terserang apnea tidur yang bersifat obstruktif.

Peneliti dari University of Cincinnati Children's Hospital (Rumah Sakit Anak Universitas Cincinnati) menemukan bahwa 21% dari wanita muda penderita asma memiliki kebiasaan mendengkur dalam tidur. Menurut penelitian yang sama, wanita penderita asma 2 kali lebih rawan terkena apnea tidur dibandingkan dengan orang lain.

Dalam penelitian lain yang diterbitkan pada Obesity Surgery Journal pada tahun 2004, peneliti dari Kanada mengawasi lebih dari 300 pasien yang memiliki asma dan apnea tidur. Setelah orang-orang ini melalui prosedur operasi untuk mengurangi bobot tubuh, lebih dari 130 orang di survei kembali dan hasilnya memang mengejutkan. Peneliti menemukan adanya hubungan antara obesitas dengan asma dan apnea tidur.

Dari sebuah studi di Universitas Cincinnati yang dilaporkan pada Annuals of Allergy, Asthma dan Immunology (Pertemuan tahunan yang membahas masalah alergi, asma dan sistem kekebalan) pada tahun 2006, para peneliti menemukan adanya kecenderungan untuk mendengkur pada wanita yang menderita atopy dan asma. Orang yang disebut penderita atopy adalah mereka yang memiliki alergi pada benda-benda di udara (seperti serbuk bunga) yang menyebabkan peningkatan antibodi IgE.

Dalam sebuah penelitian yang dilaporkan pada Sleep Medicine di tahun 2006, peneliti dari Michigan Health System in Ann Arbor (Sistem Kesehatan Michigan di Ann Arbor) menemukan penderita asma biasanya mengantuk di siang hari yang menunjukan adanya kemungkinan bahwa penderita asma ini sebenarnya menderita apnea tidur juga. Apnea tidur menyebabkan rasa kantuk di siang hari yang lebih parah daripada asma atau obat asma.

Tubuh manusia merupakan sistem organ, hormon dan transportasi yang amat rumit dan kompleks. Inilah mengapa suatu kondisi biasanya memiliki hubungan dengan kondisi lainnya. Pada kasus ini, asma dan apnea tidur dihubungkan dengan kondisi obesitas. Terdapat banyak penelitian yang menunjukan hubungan antara penurunan berat badan dan berkurangnya gejala-gejala asma dan apnea tidur. Tidaklah penting kondisi mana yang Anda derita terlebih dahulu, yang penting adalah mencari cara terbaik untuk mengobati kondisi medis ini.

 

Olahraga dan kesehatan