Penghambat Pompa Proton


joomplu:1050
PI yang merupakan kepanjangan dari Proton Pump Inhibitors (Penghambat Pompa Proton) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada berbagai macam obat yang dipakai untuk mengobati pasien dengan masalah terkait asam lambung seperti Gastroesophageal Reflux Disease (Penyakit Refluks Gastroesofageal / GERD), tukak lambung dan gastritis.

Dalam kasus tukak rutin yang disebabkan oleh bakteri helicobacter Pylori, PPI digunakan bersama dengan resep antibiotik untuk mengobati penyakit tersebut.

PPI telah dikenal berguna untuk mengurangi sekresi asam lambung sampai dengan sembilan puluh sembilan persen. Selain itu, delapan puluh persen pasien yang diobati karena refluks gastroesofageal dengan menggunakan penghambat pompa proton dilaporkan telah sembuh sepenuhnya, menurut sebuah studi yang dilaporkan oleh WebMD.

Namun mengapa mengatur asam lambung begitu penting? Nah, ini karena asam lambung yang terlalu banyak akan memperpanjang jumlah waktu yang diperlukan tukak lambung untuk sembuh dan dapat menyebabkan erosi esofagus pada penderita yang katup kerongkongan-lambungnya (yaitu sfingter esofagus bawah) tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akar penyebab melemahnya katup dapat ditelusuri dengan sebab-sebab seperti asupan alkohol, konsumsi coklat dan bahkan makan terlalu banyak tomat.

Kesulitan dalam menyembuhkan tukak hanyalah suatu bagian dari masalah  refluks gastroesofageal menyebabkan ketidaknyamanan yang umum, meningkatkan risiko laserasi heartburn dari lapisan kerongkongan, batuk kronis, refluks laringitis dan dapat mengakibatkan gangguan pencernaan. Pada pasien dengan kasus refluks gastroesofageal yang parah, mungkin sulit untuk menelan dan kondisi ini dapat berlanjut menjadi Barett Eusophagus(kanker kerongkongan). Dokter biasanya meresepkan penghambat pompa proton untuk penderita yang memiliki penyakit ini dan resistan terhadap pemblokir asam lainnya.

Prinsip dasar dari penghambat pompa proton adalah menekan sekresi asam di dalam usus. Selama proses pencernaan normal, lambung mengeluarkan asam lambung yang membantu dalam memecahkan partikel-partikel makanan. Bagian-bagian dari lambung yang bertanggung jawab mengeluarkan asam ini dikenal sebagai pompa proton. Tingkat keasaman di perut biasanya ditentukan oleh jumlah ion hidrogen (H+), yang dihasilkan oleh pompa proton.

Asam lambung terbentuk melalui serangkaian reaksi kimia
. Pertama, yaitu reaksi dari karbon dioksida dan air untuk membentuk asam karbonat ringan. Selanjutnya, karbon dan asam karbonat bereaksi dengan ion hidronium dari pompa proton untuk membentuk asam klorida yang kemudian dilepaskan ke perut. Pompa proton melakukan proses ini sampai menjelang akhir dari proses produksi asam.

Tindakan PPI dipicu ketika proses produksi asam dimulai. Hal ini dikarenakan PPI dicerna ketika dalam keadaan 'tidak aktif' sehingga lingkungan asam lambung yang bertindak sebagai katalis untuk aktivasi. Sesuai dengan nama mereka, PPI saat ini dikenal sebagai salah satu bentuk pengobatan yang paling efektif yang tersedia di pasaran dan yang berhasil menghambat kerja pompa proton.

Produksi asam lambung merupakan sebuah siklus. Oleh karena itu, penghambat pompa proton biasanya hanya akan mempengaruhi enzim dan asam yang dihasilkan selama suatu sesi pencernaan tertentu. Karena tubuh secara otomatis akan menyingkirkan enzim dan asam ini setelah mereka dikeluarkan selama proses pencernaan, PPI harus dikonsumsi setiap hari. Banyak dokter menyarankan untuk mengonsumsi PPI tiga puluh menit sebelum sarapan.

Namun, jika hal ini tidak efektif, maka dapat dibagi menjadi dosis dua kali sehari, satu sebelum sarapan dan satu lagi sebelum makan malam. Dalam banyak kasus, efektivitas penyerapan dan keseluruhan obat tidak terpengaruh oleh asupan makanan. Ada dua jenis PPI yang penyerapan dan efektivitasnya dapat terhambat jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan - yaitu omeprazole dan lansoprazole.

Bakteri yang diyakini menyebabkan tukak lambung, yaitu Helicobacter Pylori, biasanya tumbuh subur pada lingkungan yang bersifat asam. Dengan menggunakan penghambat pompa proton yang akan dapat mengurangi keasaman perut, sebuah lingkungan diciptakan agar tukak berhenti berdarah dan sembuh dengan cepat. PPI dapat diambil dengan cara intravena sehingga memperpendek waktu dari obat masuk ke dalam tubuh sampai kemudian bereaksi. Selama PPI dikonsumsi secara teratur, maka persentase untuk menjadi kambuh menjadi sangat berkurang.

Meskipun PPI efektif dalam mengelola gejala refluks gastroesofagus, PPi tidak direkomendasikan jika heartburn ini jarang terjadi, dikarenakan potensi yang ada. Karena komposisi kimia pada penghambat pompa proton, maka PPI tetap berada dalam sel parietal sampai tiga hari setelah konsumsi atau injeksi pada saat itu, aksi PPI menekan pompa proton terus berlanjut.

Bagi mereka yang mengalami heartburn ringan dan minim masalah asam lambung, asupan PPI dapat mengakibatkan hipoklorhidria (penurunan jumlah asam klorida dalam usus). Ingat bahwa asam klorida diperlukan untuk penyerapan B12, kalsium dan sejumlah nutrisi penting lainnya, tanpa vitamin B12 kemungkinan akan terjadi kekurangan gizi.

Beberapa PPI yang tersedia di pasaran saat ini termasuk raberprazole, dexlansoprazole, lansoprazole, omeprazole, pantoprazole dan esomeprazole. Dalam kasus di mana pasien diwajibkan untuk mengkonsumsi PPI untuk waktu yang lama, dokter juga akan memberikan resep kalsium untuk mencegah tulang dan gigi pasien melemah dan patah.

Selain defisiensi beberapa jenis mineral dan vitamin, diketahui hampir tidak ada efek samping lain karena mengonsumsi penghambat pompa proton untuk mengobati refluks gastroesofageal. Seseorang hanya akan mengalami berbagai reaksi ringan seperti mual, kelelahan, sakit perut, diare, sakit kepala dan pusing. pada kasus yang jarang terjadi, pasien mungkin mengalami kecemasan, depresi, ruam gatal, perut kembung dan sembelit.

Olahraga dan kesehatan