Tentang kesehatan

Alergi Pada Anak

Alergi Pada Anak ara orangtua umumnya memiliki instruktur tari khusus untuk anak-anak mereka, bahkan mempunyai guru privat khusus, namun apa yang tidak mereka miliki untuk anak-anak biasanya adalah 'ahli alergi pribadi'. Itulah yang  dimiliki oleh keluarga teman karib putri saya. Makan bersama di rumah mereka adalah pengalaman spesial. Ahli alergi mereka benar-benar datang untuk memberi solusi tentang alergi pada anak, menyusun daftar makanan

sehari-hari seperti telur, beras, gandum, dan banyak lainnya.

Pada awalnya saya terpana dengan model kehidupan yang harus dijalani oleh anak-anak di rumah itu, sampai akhirnya suatu hari saya sadar bahwa gaya hidup mereka yang konyol itu tidak membantu. Saya mulai mendesak ibu dari anak-anak itu untuk mencoba menanyakan apa pendapat dokter tentang hal ini, untuk mendengar pendapat lainnya. Ternyata tindakan saya benar, terbukti bahwa ketika anak-anaknya memiliki alergi pada kacang-kacangan dan susu, mereka tidak alergi terhadap yang lain. Bayangkan saja anak-anak itu kebanyakan hanya makan kentang dan buah-buahan sejak mereka berumur dua tahun. Tidak ada jagung, daging atau gandum. Mereka jelas kekurangan gizi. Berikut ini adalah kasus kebijakan penanganan alergi anak yang tidak berhasil.

Dokter yang menyatakan adanya alergi gandum pada anak-anak, perlu berpikir tentang hal itu. Jika Anda menyingkirkan gandum dari menu makan Anda, berarti Anda membuang semuanya dan Anda akan menyengsarakan anak karena mereka akan kekurangan gizi seumur hidup. Ada begitu banyak keluarga yang mengalami hal seperti contoh dibawah ini. Ketika dokter menyatakan anak mereka alergi terhadap makanan atau yang lain dan khawatir dengan semua hal mengerikan yang mereka dengar tentang alergi anak, orang tua yang cemas akan menghabiskan banyak uang untuk membeli makanan khusus anti alergi yang harganya mahal. Mereka akan menjaga anak-anak untuk tidak mengonsumsi makanan biasa.

Sebenarnya, kita bisa melakukan sendiri jenis perlakuan pada alergi anak ini. Jika Anda terus menjauhkan anak dari makanan tertentu dalam waktu yang lama, tubuh mereka akan menjadi sensitif terhadap makanan itu. Ketika anak akhirnya belajar 10 atau 20 tahun kemudian, mereka akan tahu bahwa mereka tidak pernah punya masalah apa-apa dan ketika mereka mencoba makan gandum atau apapun untuk pertama kalinya, tubuhnya tidak akan bisa menerimanya karena belum pernah melihat gandum selama bertahun-tahun.

Dokter yang menangani alergi anak di seluruh negeri telah menyatakan bahwa 3 juta anak-anak alergi terhadap satu atau bahan makanan lain sejauh ini seperti kedelai, kacang-kacangan dan susu. Dan diagnosa ini cenderung naik. Bukan naiknya penemuan alergi ini yang menjadi masalah, tetapi karena banyaknya anak-anak yang terkena alergi. Dan siapa yang harus disalahkan untuk itu? Pasti kesalahannya terletak pada tes yang mereka gunakan.

Anak-anak biasanya tidak suka dengan tes kulit atau tantangan makanan dan tes darah baru ini memang mudah dilakukan pada anak-anak tapi tidak akurat. Itu yang mereka katakan dalam jurnal medis The Annals of Asthma, Allergy & Immunology. Kelihatannya tes ini tingkat akurasinya kurang dari 50%. Itu berarti bahwa jika Anda melempar koin, kemungkinan Anda mendapatkan hasil yang diharapkan adalah lebih dari setengah. Tes ini tidak akurat karena mereka tidak memiliki cara untuk membedakan zat-zat yang mirip tetapi tidak sama. Misalnya, seorang anak yang alergi pada susu murni, hasilnya akan tampak seperti dia alergi terhadap semua jenis daging. Seorang anak yang memiliki masalah dengan kacang tanah, ternyata tidak alergi terhadap kedelai dan kacang-kacangan.

Para dokter yang khawatir dengan semua diagnosa yang keliru ini sekarang menggunakan tantangan makanan untuk menguji anak-anak, dan menemukan bahwa anak-anak ini kelaparan selama bertahun-tahun tanpa alasan. Dan tentu saja, alergi pada anak mengalami kenaikan sekarang karena apa yang dilakukan oleh dokter itu. Petunjuk medis terbaru telah mengatakan bahwa Anda memang tidak boleh memberikan kacang tanah dan telur pada bayi sampai mereka berumur 3 tahun. Itu bisa membuat mereka alergi, karena mereka tidak bisa merasakannya.

Jika Anda sedang berjuang melawan alergi pada anak, bantulah diri Anda sendiri. Tes ulang anak Anda dengan tantangan alergi makanan.

Olahraga dan kesehatan