Apakah Akupuntur Tetap Bekerja Meski Bila Jarumnya Ditusukkan di Tempat yang Salah?

Apakah Akupunktur Tetap Bekerja Meski Bila Jarumnya Ditusukkan di Tempat yang Salah?erikut adalah tentang bagaimanapara ahli medis berupaya mencari dan menemukan pengetahuannya. Penemuannya akan muncul dan diterima sebagai kebenaran, meskipun  kebenaran tersebut belum tentu bisa diterima dan menyenangkan. Bagi mereka yang berkeyakinan akan   mendapatkan rasa sakit punggungnya berkurang karena akupuntur, untuk itu  ilmu pengetahuan tidak sepenuhnya menentang anggapan tersebut, masalahnya adalah bahwa ilmu pengetahuan menemukan  dengan menusukkan jarum akupunktur di tempat-tempat yang salah ternyata juga akan memberikan hasil yang sama baiknya. Inilah yang mereka temukan melalui suatu penelitian di

Jerman yang telah dipublikasikan beberapa bulan yang lalu melalui kumpulan Jurnal Imu Penyakit Dalam (Internal Medicine). Seperti biasa, penelitian yang mereka lakukan juga menggunakan plasebo . Anda tentu tahu, saat mereka mengatakan kepada objek penelitian kalau ia akan mendapatkan perawatan yang sesungguhnya, padahal kenyataannya mereka hanya mendapatkan perawatan bohongan, pil bohongan, dsb.

Pada penelitian ini, para peneliti mempunyai satu kelompok pasien yang akan mendapatkan perawatan akupuntur yang sesungguhnya dan satu kelompok lainnya yang  mendapatkan akunpuntur plasebo. Jarum akupunktur ditusukkan jauh kedalam kulit pada lokasi yang tepat, yang diketahui memiliki efek terhadap sambungan saraf vital. Jarumnya kemudian dimanipulasi untuk memunculkan de qi , suatu sensasi yang biasa dirasakan sebagai aliran mati rasa. Efeknya kemudian dicatat. Lalu, ada kelompok lainnya yang kurang beruntung dimana mereka diberitahu kalau mereka akan mendapatkan akupuntur, namun sebenarnya hanya mendapatkan suatu pertunjukkan akupuntur dimana jarum ditusukkan ke dalam kulit. Jarum tersebut ditusukkan di tempat yang salah, tanpa manipulasi, dan tentu saja ditusukkan tidak cukup dalam sebagaimana seharusnya.

Dokter selanjutnya  akan selalu memonitor keadaan  pasiennya untuk mencari tahu bagaimana perkembangan perawatannya (atau perawatan palsunya) bekerja pada pasien. Mereka menemukan hanya satu dari empat pasien yang menerima perawatan konvensional tersebut mengalami kemajuan. Namun yang mengejutkan!, benar-benar mengejutkan!, kelompok yang menerima akunpuntur sesungguhnya dan yang menerima akupunktur palsu melaporkan hasil  yang sama bagusnya. Tampaknya terlihat bukanlah masalah bila jarum-jarum akupunktur ditusukkan di tempat yang salah dan tanpa diberikan manipulasi apapun,  tetap saja memberi keringanan rasa sakit yang mereka derita. Kemudian mereka hanya membutuhkan sedikit obat untuk mengilangkan  rasa sakit setelah itu. Namun demikian, setelah beberapa waktu lamanya saat efek dari akupuntur (asli atau palsu) menghilang, kelompok yang mendapatkan akupuntur palsu akan meminta obat-obatan untuk rasa sakit yang lebih banyak dibandingkan kelompok yang memang benar-benar mendapatkan terapi akupunktur.

Jadi apa yang telah mereka pelajari dari semua ini? Apakah para peneliti sekarang merasakan bahwa akupuntur beserta dengan segala macam jarumnya yang yang penuh pernak-pernik hanya memanipulasi otak Anda untuk mencapai efek yang diinginkan? Tidak  juga, karena sesungguhnya mereka masih  belum terlalu paham  dengan cara kerja jarum-jarum akupuntur ini. Mungkin mereka merasa, akupuntur memang bekerja, tetapi dengan cara yang belum diketahui. Atau mungkin karena orang-orang sangat percaya terhadap akupunktur, sehingga efek plasebo sangat hebat sekali.

Olahraga dan kesehatan